TABANAN, Radar Bali.id – Sejumlah tanaman Platycerium (tanduk rusa) atau simbar milik KONI Tabanan hilang dicuri. Padahal tanaman simbar itu baru beberapa Minggu yang lalu ditanam.
Ada yang ditanam di pohon bahkan ditempel di beberapa tiang besi di halaman Kantor KONI Tabanan stadion GOR Debes Tabanan.
“Hilang dua lima hari yang lalu. Cuma sempat kami viral di media sosial, sehingga polisi Polsek Kota Tabanan datang menggali informasi dan data di KONI Tabanan,” kata Ketua Koni Tabanan I Made Nurbawa, Selasa (12/12/2023).
Nurbawa menyebut ada saja tangan-tangan usil yang mencuri tanaman simbar, ditengah sedang naik daun tanaman ini.
Menurutnya pencurian tanaman simbar sudah terpolakan atau berencana. Bukan spontan mencuri. Pasalnya semua tanaman simbar yang ditanam di pohon dan besi tiang halaman kantor semua habis dicuri.
“Kalau tanaman simbar yang dicuri sekitar 5 biji, namun ukurannya lumayan besar-besar. Padahal tanaman simbar itu ditanam di atas batang pohon. Bisa juga dicuri,” ujar Nurbawa.
Nurbawa menjelaskan menanam tanaman simbar di halaman Koni Tabanan bukan untuk mempercantiknya halaman kantor. Melainkan pula bisa menyalurkan hobi, karena banyak dari staf-staf Koni yang suka dengan tanaman dan dia ikut merawat.
“Kepentingan utama kami untuk mempercantik, namun malah telah dicuri,” ungkapnya.
Kendati sejumlah tanaman simbar hilang, Nurbawa menambahkan pihaknya tidak melihat kerugian materi, akan tetapi tanaman yang hilang ini mengingatkan bahwa belum tumbuh kesadaran untuk saling menjaga dan memelihara tanaman.
“Sekarang ini kami akan kembali tanam simbar, karena kembali ada masyarakat yang menyumbang, kalau hilang lagi sungguh keterlaluan,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita