Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melongok Penyiasatan Lahan Terbatas di Tabanan:Petani Baturiti Tanam Sayuran dengan Cara Tumpang Sari

Juliadi Radar Bali • Selasa, 19 Desember 2023 | 04:05 WIB
VARIASI TANAMAN : Made Rastika bersama istri,Kadek Sumardiasih, petani Banjar Dinas Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti memanen seledri dan daun bawang prei. (juliadi/radar bali)
VARIASI TANAMAN : Made Rastika bersama istri,Kadek Sumardiasih, petani Banjar Dinas Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti memanen seledri dan daun bawang prei. (juliadi/radar bali)

Cara tanam tumpang sari menjadi pilihan para petani Baturiti, Desa Candikuning, Bedugul,  Baturiti, Tabanan untuk menanam berbagai jenis sayuran. Tumpang sari diyakini cara yang paling tepat untuk menyiasati ketersedian keterbatasan lahan pertanian.

BEGITU musim hujan tiba, mereka menyambut dengan suka cita.  Pola tanam tumpang sari itulah dilakukan Made Rastika, 31, bersama istrinya Kadek Sumardiasih, 27, petani asal Banjar Dinas Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti.

Ia mengaku sistem tanam tumpang sari baru setahun dilakukan. Cara tumpang sari adalah untuk memanfaatkan lahan yang sangat terbatas.

“Kami menanam sayuran seledri di sela-sela juga ditanam daun bawang prei,” ujar Made Rastika ditemui ketika panen seledri dan daun bawang, Minggu (17/12/2023).

Disamping itu, sistem tumpang sari digunakan untuk menanam sayuran seledri dan daun bawang. Karena tumbuh kedua tanaman ini tidak saling merusak. Bahkan untuk proses tanamnya begitu mudah hingga panennya. cara ini telah banyak digunakan oleh petani di Baturiti.

Khusus sayuran seledri dari proses tanam sampai panen dibutuhkan waktu selama satu bulan setengah. Dan yang bagusnya lagi sayuran seledri bisa dipanen sampai waktu delapan bulan.

“Nah kalau untuk daun bawang prei dari saat tanam sampai panen membutuhkan waktu selama dua bulan. Itu dengan jangka waktu sekali panen saja,” ungkap sambil menyebut menanam cara tumpang sari untuk sayuran di luas lahan sekitar 10 are.

Kemudian media tanam sendiri menggunakan sekam padi juga pupuk kandang. Meski sayuran seledri bisa dipanen, namun kondisi ditengah musim hujan saat banyak terserang penyakit jamur daun. Dimana daun seledri banyak berwarna kuning.

“Jika musim hujan tiba, kendala hanya satu daun sayuran seledri warna kuning. Saya tidak tahu gunakan obat apa untuk melakukan pencegahan,” tuturnya. 

Disinggung soal harga sayuran seledri dan daun bawang saat musim hujan kali ini hujan lumayan bagus. Sayuran seledri per kilogram Rp 19-20 ribu. Sedangkan daun bawang Rp 15-16 ribu per kilogram.

"Harga ini sudah termasuk normal dan stabil. Sedangkan untuk hasil panen dari sayuran seledri dan daun bawang selain dipasarkan ke sejumlah pasar di Tabanan. Juga untuk kebutuhan hotel dan restaurant kebetulan disini ada pengepul yang dipasok ke hotel,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #pertanian #tumpang sari #Baturiti