Sempat vakum saat pandemi Covid-19, jasa cuci motor milik Lapas Kelas IIB Tabanan akhirnya kembali beroperasi. Menariknya jasa cuci motor itu pekerjanya dari warga binaan Rutan Tabanan melalui program asimilasi kerja luar.
MEREKA tampak begitu giat, bersemangat. Semprotan air dari keran mengucur keras pada sebuah jasa cucian motor yang dikelola oleh Lapas kelas IIB Tabanan bersama para warga binaan yang berada di Jalan Merak, Dajan Peken, Tabanan.
Setidaknya ada enam napi yang tampak sibuk melayani sejumlah pelanggan yang menggunakan jasa cuci motor yang diberi nama jasa cuci motor Warna (Warga Binaan Lapas Tabanan).
Jasa cucian motor yang dikelola oleh para napi itu buka untuk pertama kali pada Kamis kemarin (28/12/2023). Setelah sebelumnya jasa cuci motor operasionalnya terhenti akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih.
“Sekarang kami sudah mulai buka lagi. Buka dari pukul pukul 09.00 pagi sampai 15.00 sore. Tarifnya Rp 15 ribu per motor,” kata Kalapas Kelas IIB Tabanan Muhamad Kameily.
Ia menyebut pengelolaan jasa cuci motor ini, bersama-sama antara Lapas dengan para napi yang mengikuti program asimilasi kerja luar.
Program ini sejatinya untuk memberikan kemandirian khusus kepada para napi dari berbagai pelatihan telah diikuti warga binaan. Artinya dari para napi ini memiliki keterampilan atau skill ketika nanti sudah bebas dari Lapas.
“Sehingga jasa cuci motor bisa jadi peluang bisnis bagi napi, ketika mereka bebas nantinya dari balik jeruji besi. Bahkan mereka juga bisa mengelola sendiri, minimal mereka tak perlu repot-repot untuk mencari kerja, karena sudah ada skill,” terang Kameily. [*]
Editor : Hari Puspita