TABANAN, Radar Bali.id – Di tengah melimpahnya hasil buah manggis saat musim panen pada bulan Januari awal tahun ini. Namun harga buah manggis kurang memuaskan bagi petani. Pasalnya harga buah manggis turun, tidak sesuai dengan harapan petani.
Di Tabanan harga buah manggis sekarang ini, kalau dengan kualitas super di atas Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan manggis dengan kualitas di bawah super Rp 7-10 ribu per kilogram.
“Harga tidak begitu bagus, kalau dulu harga manggis bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogramnya,” ujar Ketut Loka Antara petani asal Desa Bantas, Selemadeg Timur Tabanan, Minggu (14/1/2024).
Harga buah manggis yang turun ini banyak faktor jadi penyebabnya. Selain memang karena sebagian besar wilayah Tabanan. Seperti Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, Penebel, Marga dan Baturiti yang panen raya. Juga dipicu karena faktor buah manggis kualitas turun, itu akibat musim kemarau panjang pada tahun 2023 lalu.
“Lebih lagi bersamaan dengan panen buah manggis pada daerah luar Bali. Diantaranya daerah Lombok dan Jawa. Imbasnya pun serapan buah manggis untuk keluar Bali terjadi persaingan dengan buah manggis lain," jelasnya.
Loka menambahkan saat ini dirinya memiliki 150 pohon buah manggis. Dalam satu pohon manggis bisa menghasilkan 2 kwintal manggis setiap sekali panen.
Kemudian satu orang petani yang ada di desanya rata-rata memiliki 30 sampai 50 pohon manggis di kebunnya yang ditanam secara tumpang sari.
"Panen raya melimpahnya stok di petani dan pasar lokal ini membuat harga manggis murah,” imbuhnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah baik kabupaten maupun provinsi dapat mencarikan solusi seperti membuat tempat pengolahan manggis serta produk-produk turunannya. Apakah dikelola oleh BUMDa atau kelompok tani setempat atau bahkan menggandeng pengusaha-pengusaha di Bali.
“Sehingga manggis tidak masuk pasar ekspor keluar bali bisa diolah dengan harga yang lebih terjangkau,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita