TABANAN, Radar Bali.id - Sudah enam hari berjalan proses pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) Riski Mubarok yang hilang, Selasa (6/2/2024), di laut perairan Soka, Selemadeg, Tabanan, belum membuahkan hasil.
Meskipun dari tim gabungan Basarnas Denpasar, Polair Polres Tabanan, BPBD dan aparat Polsek Selemadeg telah memperluas proses pencarian korban Ali Syaifuloh, 30 hingga ke wilayah perairan Selabih dan perairan Antap. Dengan mengerahkan rubber boat dan pesawat milik Basarnas Denpasar.
Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sugianyar Ardika mengatakan hari enam pencarian korban ABK Ali Syaifuloh asal Pengambengan, Negara, Jembrana, belum ada-ada tanda korban.
Pencarian korban tidak hanya difokuskan pada tengah laut saja, melainkan pula pada pesisir pantai yang ada di daerah Soka oleh tim gabungan dengan berjalan kaki menyisir wilayah pantai.
Namun korban belum ditemukan. Selain itu pencarian korban juga dibantu oleh nelayan setempat.“Masih nihil hasil pencarian korban sampai Minggu kemarin (11/2/2024),” kata Kompol Sugianyar.
Ia menjelaskan sesuai prosedur untuk pencarian korban rencana akan dihentikan, bilamana masih nihil hasil pencarian di hari ke tujuh nanti.
"Tim gabungan stop pencarian sampai Senin (12/2/2024), tapi mudah-mudahan besok dilanjutkan pencarian ada hasil," imbuhnya.
Seperti diketahui korban Ali Syaifuloh yang merupakan ABK Kapal Riski Mubarok hilang saat berangkat mencari ikan di laut.
Korban berangkat melaut Selasa malam (6/2/2024) sekitar pukul 16.00 wita. Ia berangkat melaut mencari ikan bersama ABK lainnya dari pelabuhan Pengambengan Negara, Jembrana.
Saat sampai di perairan Soka, Selemadeg Tabanan. Korban sekitar pukul 23.30 wita menurunkan jaring penangkap ikan. Seketika itu korban terlihat terjatuh ke laut dari kapal oleh ABK lainnya.
Melihat kejadian itu, ABK lainnya melapor kepada nakhoda kapal. Sehingga nahkoda memerintahkan juru mudi untuk berhenti dan menyalakan lampu untuk melakukan pencarian, namun saat itu korban tidak ditemukan.Dugaannya korban ini terjatuh ke laut saat menurunkan jaring penangkap ikan. [*]
Editor : Hari Puspita