TABANAN, Radar Bali.id- Rencana revitalisasi Pasar Induk Gadarata (Gabungan Dagang Rakyat) Tabanan yang digadang-gadang bakal di bangun tahun 2024 ternyata belum final. Tahapannya kini masih masuk menyusun FBC (final business case) sebelum masuk tahap lelang (tender).
"Masuk tahap FBC dengan meminta bantuan Kementerian Keuangan RI, untuk penyiapan lelang," ujar Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Tabanan I Gede Urip Gunawan, Jumat (16/2).
Tahap FBC ini dilakukan dengan alasan, karena pembangunan Induk Gadarata Tabanan satu-satunya di Indonesia yang memakai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini baru untuk pembangunan sebuah pasar. Sehingga pihaknya harus menyiapkan sebaik-baiknya.
"Kita referensi skema KPBU gunakan skema luar negeri. Maka harus disiapkan semaksimal mungkin dan baik. Agar dalam pelaksanaan nanti tidak ada halangan dan hambatan," jelasnya.
Disinggung kapan mulai akan dilelang proyek pembangunan pasar Induk Gadarata Tabanan. Urip menyebut pihaknya memperkirakan akhir tahun 2024 atau awal tahun 2025.
Jadwal lelang proyek pasar induk Tabanan ini meleset dari jadwal, sebenarnya tahun ini tuntas tahap lelang, namun prakualifikasi yang dibuat oleh Bappenas kemarin, tidak bisa langsung lelang.
"Tidak bisa kami eksekusi lelang, ternyata harus tunggu tahap FBC selesai dari Kementerian Keuangan itu sendiri," tutur Urip.
Untuk perusahaan yang tertarik melakukan investasi di pasar induk Gadarata Tabanan masih ada tiga perusahaan berasal dari Jakarta. Saat dilakukan market sounding pertama kali.
"Ini kan, tetapi masih ada peluang ketika market sounding ke dua saat tahap penyusunan FBC atau setelah selesai FBC, bagi perusahaan lainnya yang tertarik untuk investasi," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita