Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mantap! 25 Ogoh-Ogoh Semarakkan Tabanan di Hari Pengerupukan, Ini Kemeriahannya

Juliadi Radar Bali • Senin, 11 Maret 2024 | 17:30 WIB
SEMARAK : Suasana pengarakan ogoh-ogoh desa adat Kota Tabanan,  saat hari pengerupukan, Minggu (10/3/2024). (juliadi/radar bali)
SEMARAK : Suasana pengarakan ogoh-ogoh desa adat Kota Tabanan, saat hari pengerupukan, Minggu (10/3/2024). (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Sebanyak 25 ogoh-ogoh dari 24 Banjar Adat di Tabanan diarak mengelili Kota Tabanan saat hari pengerupukan, Minggu (10/3/2024).

Pengarakan ogoh-ogoh di hari pengerupukan sebelum Nyepi berlangsung, bukan hanya dilakukan di wewidangan Desa Adat Kota Tabanan. Tetapi juga pengarakan ogoh-ogoh juga digelar pada 10 kecamatan dan desa adat di seluruh Tabanan. 


Rute pengarakan ogoh-ogoh di Desa Adat Tabanan mengabil start di Pura Dalam Desa Adat Kota. Selanjutnya finish di Catus Patta Kota Tabanan. 

Meski suasana mendung dan hujan gerimis warga tampak antusias menyaksikan pagelaran ogoh-ogoh. 


Baca Juga: Mengarak Ogoh-ogoh Saat Pengerupukan Sambut Nyepi Tahun Baru Caka 1946

Salah seorang penonton ogoh-ogoh, Wahyudi asal Malang Jawa Timur mengaku ia tidak masalah meski kondisi cuaca mendung dan gerimis saat ini. Bahkan ia rela menunggu parade ogoh-ogoh sejak dari siang hari. 

"Tak masalah, apalagi ini anak suka dengan aksi parade ogoh-ogoh," ujar pria yang tinggal di perum GMJ, Banjar Anyar Kediri.
Ia mengaku pawai ogoh-ogoh di Tabanan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Pasalnya ogoh-ogoh yang ditampilkan sudah menggabungkan antara teknologi dan seni. 

"Sekarang sudah bisa bergerak, jauh berbeda dengan dulunya. Artinya sudah mengikuti perkembangan zaman," ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sanjaya I Komang Gede Sanjaya yang membuka pagelaran ogoh-ogoh sangat memberikan apresiasi atas kreatifitas seni generasi muda, melestariakn adat seni dan budaya dan juga mempererat hubungan generasi muda, khususnya Sekaa Teruna di Tabanan.

Menurutnya pagelaran ogoh-ogoh bukan hanya sekadar kreativias seni semata. Melainkan pula bisa sebagai hiburan masyarakat, sebelum Nyepi berlangsung. 

Bahkan ini juga membuat roda perekonomian di Tabanan berjalan. Itu dibuktikan dengan banyak stand UMKM dan aneka kuliner yang berjualan sepanjang rute lokasi pengarakan ogoh-ogoh. 

“Inilah yang kami disebut membangkitkan ekonomi local dampak dari pagelaran ogoh-goh saat hari pengerupukan dalam menyambut Hari Nyepi Tahun Baru Caka 1946,” imbuhnya. 

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Ngurah Siwa Genta mengatakan saat pengarakan ogoh-ogoh pihaknya meminta kepada peserta untuk tetap tertib, agar tidak merusak rangkain Nyepi saat hari pengerupukan. 

Sesuai dengan awig-awig dan pararem desa adat Kota Tabanan. Pihaknya mengingat dan menghimbau dalam kegiatan apa pun untuk menghindari mengkonsumsi minuman beralkohol. 

“Ini harus ditekan terutama kalangan anak muda, jangan sampai itu menjadi pemicu kegaduhan. Apalagi ini hari suci Nyepi,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#nyepi #tabanan #ogoh-ogoh #pawai #Pengerupukan