Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Panen Sedang Bagus, Pasar Global Kacau, Petani Pupuan Bahagia Harga Kopi Menanjak

Juliadi Radar Bali • Selasa, 30 April 2024 | 05:15 WIB
PANEN KOPI TABANAN : Petani Pupuan, Tabanan yang sedang memanen kopi.  (juliadi/radar bali)
PANEN KOPI TABANAN : Petani Pupuan, Tabanan yang sedang memanen kopi. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Para petani di Pupuan kini sedang sumringah. Pasalnya harga sedang memasuki puncaknya. Harga kopi saat ini mencapai Rp 65 ribu per kilogram. Tingginya harga kopi, diakui oleh Made Suamanta petani Kopi asal Banjar Dinas Padangan Kawan, Desa Padangan, Pupuan. 

Ia mengaku fenomena harga kopi yang tinggi ini membuat petani Pupuan sedang bahagia, karena tumben harga kopi mahal. 

"Kondisi seperti ini membuat petani untung besar, karena menutupi biaya operasional pengolahan lahan kopi selama setahun. Apalagi sedang memasuki masa panen," ungkap Suamanta, Minggu (28/4/2024).

Ia menyebut harga kopi tembus Rp 65 ribu per kilogramnya terjadi sebelum panen dimulai. Sehingga memungkinkan para petani yang memiliki stok kopi tersedia dapat menikmati keuntungan dari lonjakan harga.

"Kebetulan punya stok jadi tahu harga kopi mahal. Mudah-mudahan kedepan petani kopi bisa mengikuti harga lain," ungkapnya. 

Harga kopi yang mahal saat ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ketidakstabilan pasokan global. Yakni adaya gagal panen di negara-negara produsen terbesar penghasil kopi. Seperti Brazil dan Vietnam. 

Ini yang berdampak pada stok kopi menipis, sehingga secara signifikan sejak tahun 2023, memicu kenaikan harga yang cukup drastis.

 Baca Juga: Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Jembrana Bali Digerebek, Germo Diseret ke Pengadilan, Ancamannya…

Disamping itu perubahan cuaca ekstrem juga menjadi penyebab utama turunnya produktivitas kopi dalam beberapa tahun terakhir. 

"Dari 2021 sampai 2023 turun hujan sehingga kopi tidak mau berbunga, bunganya setelah mekar justru busuk tidak bisa jadi biji kopi," bebernya.

Kondisi ini juga tercermin dari data harga kopi dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tahun 2020, harga kopi masih sekitar Rp 20 ribu per kilogram, meningkat menjadi Rp 25 ribu pada tahun 2021, dan bahkan mendekati Rp 40 ribu pada tahun 2023. Kini, harga mencapai puncaknya di angka Rp 65 ribu per kilogram.

 Baca Juga: Nah! Ini Dia 7 Manfaat Ampas Sisa Kopi yang Membantu Hidupmu

"Sekarang harga lagi tinggi-tingginya karena kemungkinan ada gagal panen di Brazil, Vietnam termasuk di Bali jadi stok kopi sedikit," jelasnya.

 

Saat ini, para petani di Pupuan sudah bersiap-siap menghadapi masa panen raya yang diharapkan dapat mengalami peningkatan produksi. "Sudah mulai membaik karena cuaca sudah mulai mendukung," pungkasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#tabanan #panen #kopi