TABANAN, radarbali.id - Para petani di Subak Lanyah Delod Jalan, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mulai bergeser dari tanam padi kini mereka menanam palawija.
Beralihnya menaman palawija dengan tanaman jagung, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.
"Sudah rutinitas disini kalau sudah masuk musim kemarau, mulai para petani di Subak Lanyah Delod Jalan, Tanguntiti tanam palawija," ujar Wayan Kendra ditemui ketika menanam jagung bersama istrinya, Sabtu kemarin (8/6).
Baca Juga: Gasak Laptop dan Kamera CCTV, Pemuda Jombang Ditangkap di Denpasar
Selain itu diakui pria berusia 64 tahun ini, mulai menanam jagung dengan bibit jagung pertiwi pada bulan Juli ini, karena lahan merupakan lahan tanah hujan. "Hampir sebagian besar petani disini lahan tanah hujan," ungkapnya.
Saat ini dikatakan Wayan Kendra, ia menanam jagung pada lahan seluas 30 are menghabiskan sekitar 5 kilogram bibit jagung pertiwi.
Dari seluas 30 are lahan pertanian tersebut akan menghasilkan atau mampu memproduksi saat panen sekitar 2,4 ton. "Rata-rata kami atau petani di subak jika menanam paa lahan satu are sekitar 80 kilogram," ucapnya.
Baca Juga: Kapolda Bali Cek Bendungan Sidan Bareng Bupati Badung Giri Prasta, Tak Ada Kaitan Dugaan Aksi Teror
Disinggung mengenai harga jagung saat ini. Wayan Kendra menyebut harga jagung tidak menentu. Kadang harga jagung tinggi, kadang pula rendah.
Sekarang ini harga jagung perkilogram kering dibawah 4 ribu per kilogram.
"Namanya harga fluktuatif, tapi kalau harga diatas Rp 4 ribu, itu baru kami bisa untung. Kalau dibawah Rp 4 ribu itu tidak menutupi biaya operasional," tandasnya.
Baca Juga: Pemberangkatan Jamaah Haji Reguler Tuntas, Puluhan Calon Jemaah Haji Khusus Dilepas dari Bali
Sementara itu Pekaseh Subak Lanyah Delod Jalan, Tanguntiti Agung Suka Wetan menyebut saat ini pada Subak Lanyah delod Jalan dari 300 lebih anggota petani mereka menanam jagung pada lahan seluas 220 hektar.
Para petani yang menanam jagung untuk menyesuaikan kondisi keadaan air sawah disini. Disamping itu memang sudah memasuki kondisi musim kemarau.
"Jagung ini memang kami kembangkan untuk menjaga kesuburan lahan, juga faktor menjaga Desa Tanguntiti menjadi sentral pertanian jagung," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan