TABANAN, Radar Bali.id - Selain kasus DBD yang jadi perhatian serius Pemkab Tabanan melalui Dinas Kesehatan. Juga kasus rabies yang sampai saat ini masih terjadi membuat Dinas Pertanian Tabanan terus berupaya melakukan pencegahan.
Dari Data yang disampaikan Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, dari sebelumnya terdapat 7 kasus anjing positif rabies di bulan Maret lalu.
Kini pada bulan Juni ini sudah menjadi 10 kasus anjing positif rabies. Kasus rabies tersebut berada di daerah Desa Padangan Pupuan 3 kasus, satu kasus di Desa Kebon Padangan Pupuan dan 2 kasus di Desa Tegal Jadi, Marga.
Sisa satu kasus di Desa Perean Baturiti, Desa Kaba-kaba, Meliling Kerambitan dan Jegu Penebel.
Kabid Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan drh I Nyoman Eka Partha Ariana mengatakan terjadi penambahan kasus rabies di Tabanan dari sebelum 7 kasus kini telah mencapai 10 kasus saat ini.
Adanya tambahan kasus positif rabies yang terjadi di desa-desa di Tabanan disebabkan oleh beberapa hal. Adanya hewan anjing yang lolos atau tidak tervaksinasi pada kegiatan vaksinasi massal.
Diperparah lagi dengan minimnya tingkat kesadaran pemilik hewan penular rabies (HPR) untuk vaksinasi hewan kesayangan mereka dalam kegiatan vaksinasi.
"Faktor lainnya adalah masih terjadi pertukaran anjing atau pembelian anjing yang asal riwayatnya tidak diketahui oleh warga," ungkapnya.
Untuk mengatasi penambahan kasus anjing positif rabies tersebut. Pihaknya selain gencar turun lakukan vaksinasi yang menyasar sejumlah hewan peliharaan warga terutama anjing dan kucing.
Saat ini pihaknya telah membentuk tim siaga rabies (Tisira) desa. Khusus di Tabanan baru dua desa terbentuk yakni tisira Desa Wangaya Penebel dan Tisira Desa Beraban Kediri. "Dua desa ini baru-baru ini dikukuhkan oleh Bupati Tabanan," ungkapnya, Senin (10/6/2024).
Pihaknya yang membentuk Tisira desa ini dengan anggotanya dari masyarakat desa setempat sebanyak 20 orang. Tim dari Tisira ini secara teknis akan bekerja melakukan sosialisasi dan penyuluhan, pendataan anjing, pelaporan cepat jika terjadi kasus rabies. "Bahkan mereka bisa melakukan pendampingan vaksinasi," jelasnya.
Pembentukkan Tisira ini sejatinya lagi-lagi bicara soal kesiapan SDM masyarakat desa. Karena anggota dari Tisira ini nanti ada petugas trainer dari Distan yang akan mendampingi mereka, terkait pencegahan atau penanggulan rabies di desa.
"Untuk pendanaan dari Tisira, desa sendiri yang menganggarkan, bahkan mereka diperbolehkan menggunakan anggaran dana desa untuk tim Tisira yang bekerja di lapangan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita