Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Budidaya Lebah Madu Makin Diminati di Tabanan, Tak Ribet, Dijadikan Tambahan Penghasilan Petani

Juliadi Radar Bali • Senin, 24 Juni 2024 | 01:30 WIB

 

MADU ALAM: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sedang memanen madu bersama petani Selemadeg
MADU ALAM: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sedang memanen madu bersama petani Selemadeg

TABANAN, radarbali.id - Potensi budidaya lebah madu makin dilirik di Kabupaten Tabanan. Salah satunya itulah yang kini dilakukan oleh Kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari, Desa Selabih Selemadeg Barat Tabanan. 

Budidaya lebah madu yang dilakukan oleh sejumlah petani desa dengan bimbingan langsung dari pemerintah desa setempat ternyata mampu menjadi pendapatan ekonomi tambahan masyarakat. Pasalnya hasil lebah madu selain dipasarkan ke masyarakat desa juga di pasarkan di wilayah Tabanan. 

Perbekel Desa Selabih I Dewa Putu Supartha mengatakan budidaya lebah madu yang dilakukan oleh masyarakatnya kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari sudah berjalan sekitar dua tahun lalu. 

 Baca Juga: Mencekam! TPA Sente Kembali Kebakaran, Aliran Listrik Warga Sempat Terputus

Masyarakat disini tertarik mengembangkan budidaya lebah madu bukan tanpa alasan. Selain karena melihat sisi ekonomi, juga banyak tanaman buah di desanya sebagai asupan hewan lebah untuk menghasilkan madu. 

"Tak hanya itu yang membuat masyarakat tertarik karena budidaya lebah madu sangat ramah lingkungan dan tak ribet dari sisi pemeliharaannya," ungkapnya, Sabtu kemarin (22/6). 

Yang menarik dari budidaya lebah madu ada sisi keunikan yang terletak pada aroma, warna dan rasa. 

 Baca Juga: Astungkara! Usia Renta Nenek Gantir Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni, Bedah Rumah dan Tabungan Rp 10 Juta

"Aroma yang wangi dan warna yang kekuningan disamping rasa inilah yang memiliki nilai daya tarik tersendiri bagi petani untuk dikembangkan," ucap Supartha. 

Ia menambahak untuk masa panen sendiri dilakukan kurang lebih lima belas hari atau dua minggu sekali. Jenis madu yang dihasilkan tergantung dari tanaman  yang dihisab oleh oleh lebah.    

"Ini juga tergantung musim semakin banyak maka semakin banyak madu," jelasnya. 

 Baca Juga: Wow! Efect Demam Timnas, Peserta Bali7s Membeludak

Sementara dari sisi harga memang cukup menjanjikan harga jual perbotol kecil dari lebah madu ini sebesar Rp 300 ribu untuk ukuran botol kecil. Saat ini untuk hasil lebah madu sendiri masih dijual kepada masyarakat di Tabanan dan masyarakat desa. 

"Kedepan nanti kami berharap lebih banyak anggota kelompok di desa yang bergerak dalam budidaya lebah madu. Agar menjadi tambahan penghasilan ekonomi warga. Selain mereka bekerja sebagai petani," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#budidaya madu #Selemadeg Tabanan #petani #Penghasilan #madu