TABANAN, Radar Bali.id - Petani di Subak Ganggangan, Desa Senganan, Penebel Tabanan meski konsisten menanam padi beras hitam setiap tahunnya. Namun mereka kini kesulitan memperoleh bibit padi beras hitam.
Kesulitan mendapat bibit beras hitam itu terjadi sejak tahun 2023 lalu hingga kini pada bulan Juli 2024. Padahal mereka sedang mengolah lahan untuk persiapan tanam padi beras hitam.
Kelompok Petani Subak Ganggangan Senganan I Made Jonita mengaku pengembangan padi beras hitam di yang ditanam petani di Banjar Dinas Pagi, Senganan kesulitan pada mencari bibit beras hitam.
Sebelumnya pernah para petani diberikan bantuan bibit beras hitam dari Dinas Pertanian (Distan) Tabanan hanya saja bibit tersebut setelah ditanam tumbuhnya tidak begitu bagus.
"Kesulitan mencari bibit beras hitam ini terjadi sejak tahun 2023. Sekarang ini mau tanam lagi beras hitam, tapi susah cari bibit," ungkapnya pria yang juga Ketua Konservasi Burung Hantu (Tyto Alba) Uma Wali Tabanan, Jumat kemarin (12/7/2024).
Dampak dari kesulitan mencari bibit beras hitam ini sehingga terpaksa petani harus mengalihkan menanam padi beras putih. Dari luas areal tanam yang semestinya menanam padi beras hitam seluas 25 hektar.
"Ada bibit beras hitam hanya 2 kilogram. Itu cukup untuk tanam pada luas lahan setengah hektare saja. Itupun bibit kami coba beli dari daerah Kalimantan," ucapnya.
Made Jonita menambahkan para petani menanam beras hitam di Subak Ganggangan sebenarnya sangat konsisten, karena ditanam setiap tahunnya pada bulan Juli. Menanam padi beras hitam ini dimulai sejak tahun 2017 lalu.
Dari awal hanya ditanam pada luas 4 are dengan bibit beras hitam yang didatangkan dari daerah Bogor Jawa Barat hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB). Karena hasil memuaskan sehingga semakin meluas areal tanam dari padi beras hitam.
Yang menarik lagi juga padi beras hitam ditanam dengan perlakukan organik menggunakan pupuk alami. Bahkan padi beras hitam ini ternyata memiliki pangsa pasar khusus bagi penderita diabetes atau gula darah.
Itu sejatinya yang membuat petani di Subak Ganggangan konsisten tanam padi beras hitam. Disamping harga juga lumayan bagus Rp 20 ribu per kilogramnya.
"Tapi sekarang kami susah cari bibit beras hitam. Banyak bibit tapi kualitasnya tidak bagus, tidak seperti yang dulunya," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita