Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melongok Pengolahan Sampah Organik Desa Pangkung Karung,Kerambitan, Tabanan:Pupuk Diberikan Gratis ke Petani

Juliadi Radar Bali • Minggu, 14 Juli 2024 | 02:20 WIB
BERMANFAAT UNTUK PERTANIAN : Pengolahan sampah TPS3R di Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. [foto; juliadi/radar bali]
BERMANFAAT UNTUK PERTANIAN : Pengolahan sampah TPS3R di Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. [foto; juliadi/radar bali]

Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduse, dan Recyle (TPS3R) menjadi salah satu solusi untuk mengolah sampah rumah tangga yang ada di desa. Di Tabanan sendiri puluhan TPS3R saat ini telah terbentuk di masing-masing. 

INI bukan sekadar aktivitas kreatif. Ada yang menarik perhatian, yakni TPS3R Bawana Lestari, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan Tabanan.

TPS3R ini selain memilah sampah plastik juga mengolah sampah organik menjadi pupuk. 

Terobosan lainnya meski TPS3R Bawana Lestari baru berdiri tahun 2022, hasil dari pupuk organik justru dibagikan kepada petani dan warga sekitar secara gratis.

Perbekel Desa Pangkung Karung,  Wayan Subawa,  mengatakan TPS3R Bawana Lestari memang baru berdiri 2 tahun.

Namun soal urusan pengolahan sampah pihaknya sangat komitmen. Terutama pihaknya berkomitmen untuk mengolah sampah organik jadi pupuk kompos. 

Rata-rata dalam sebulan pihaknya mampu mengolah 4.050 kilogram sampah organik dalam sebulan untuk dijadikan pupuk kompos.

Sementara dari sisi hasil dari pupuk kompos bervariasi sebesar 150 kilogram setiap minggu. Hasil dari pupuk kompos bergantung pada kirim sampah organik dari masyarakat. Biasanya sampah organik ini lebih sedikit dibandingkan dengan sampah plastik. 

"Nah hasil pupuk kompos yang sudah diolah inilah yang kami bagikan kepada petani di desa secara gratis," ucapnya. 

Alasan pihaknya membagikan pupuk kompos gratis kepada petani, karena selain desa sebagai penghasil pertanian. Juga ingin membantu petani dalam pemenuhan pupuk secara gratis. 

"Selama ini pupuk bersubsidi jenis organik sangat terbatas dari pemerintah. Jadi itu alasan membantu mereka. Apalagi petani ada kalangan miskin di desa," ungkapnya. 

Subawa menambahkan untuk sampah plastik sendiri pihaknya masih melakukan pemilihan. Hasil dijual kepada pihak ketiga dan dibuat kerajinan sampah plastik. 

"Sampah plastik kami masih bekerjasama pihak ketiga. Sedangkan residu sampah yang tidak bisa diolah bau kami buang ke TPA Mandung," pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#tabanan #Organik #sampah