TABANAN, Radar Bali.id - Sehari setelah melaksanakan Hari Raya Suci Saraswati, umat Hindu di Bali bakal melakukan ritual Banyupinaruh. Umat Hindu akan mendatangi lokasi sumber mata air untuk ritual pengelukatan atau pembersihan diri.
Khusus di Tabanan akan digelar ada dua pantai yang dijadikan lokasi ritual pengelukatan Banyupinaruh secara massal yang dilakukan Minggu ini (14/7/2024).
Yakni Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan dan Pantai Abian Kapas, Selemadeg Timur. Sejumlah persiapan untuk ritual Banyupinaruh mulai dilakukan oleh desa adat setempat.
Bendesa Adat Yeh Gangga I Ketut Dolia mengatakan pengelukatan Banyupinaruh massal dilaksanakan di Pantai Yeh Gangga yang digelar Minggu ini usai Hari raya Saraswati pesertanya melibatkan seluruh pelajar. Mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK dan masyarakat Tabanan.
"Pelaksanaan Banyupinaruh massal ini nantinya akan dimulai pukul 08.00 Wita. Dipuput lima sulinggih yang bekerjasama dengan PHDI Tabanan," ungkap Ketut Dolia, Jumat (12/7/2024).
Disamping Banyupinaruh massal juga digelar ritual Baruna Astawa. Ritual dilakukan sebelum pengelukatan Banyupinaruh massal dilakukan. Dimana memohon kepada Ida Bhatara Sang Hyang Bharuna Sakti yang berada ditengah Samudera.
Ida Bhatara Sang Hyang Bharuna Sakti dialah yang memiliki Tirta Amertha atau Tirta Kamandalu yang ikut menjaga kehidupan dialam semesta. Sehingga tirta ini disatukan menjadi satu dengan tirta Banyupinaruh dan Baruna Astawa.
"Barulah pelaksanaan Banyupinaruh Massal kami lakukan," ucapnya.
Ketut Dolia menyebut dipilihnya Pantai Yeh Gangga sebagai lokasi Banyupinaruh Massal sejatinya untuk memfasilitasi warga di Tabanan yang melaksanakan pengelukatan setelah merayakan Hari Raya Suci Saraswati. Karena Pantai Yeh Gangga menjadi lokasi tujuan utama dari warga untuk melukat.
"Pengelukatan massal ini terpenting agar warga yang melukat di pantai mudah dilakukan pengawasan," pungkasnya.
Sementara itu Perbekel Desa Beraban Kecamatan Selemadeg Timur I Gede Suastika mengatakan sejatinya pengelukatan Banyupinaruh ini rutin dilakukan oleh umat Hindu di Bali pasca dari mereka melaksanakan Hari Raya Saraswati.
Namun kali Banyupinaruh justru digelar secara massal di Pantai Abian Kapas, Desa Beraban dengan tujuan agar warga umat Hindu khusus wilayah Selemadeg Timur bisa terakomodir dan dapat berkumpul menjadi satu dalam melakukan pengelukatan.
"Untuk persiapan jelang Banyupinaruh massal telah dilakukan pembersihan pantai. Kemudian beberapa persiapan dari sarana ucapara lainnya," ungkapnya.
Banyupinaruh massal ini akan dilakukan Minggu (14/7/2024) dengan peserta warga secara umum dan kalangan pelajar.
"Ritual pengelukatan Banyupinaruh massal dipuput oleh dua Ida Pandita secara langsung dan akan berlangsung pukul 06.00 wita," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita