Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rapat Banggar, Dewan Sentil TAPD Tabanan Selalu Laporan APBD Copi Pasteo Soroti Masalah Aset Pemkab yang Banyak Mangkrak Hingga Pendapatan

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 20 Juli 2024 | 17:39 WIB
Suasana rapat DPRD Tabanan dengan TPAD Pemkab Tabanan.
Suasana rapat DPRD Tabanan dengan TPAD Pemkab Tabanan.

TABANAN, radarbali.jawapos.com - Rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Tabanan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Tabanan berlangsung hangat, Jumat (19/7/2024). 

Rapat banggar tersebut membahas rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) tahun 2025 dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga. 

Meski hanya dihadiri empat orang anggota banggar DPRD Tabanan dari jumlah 24 anggota, namun banyak yang disoroti oleh Dewan Tabanan. 

Mulai dari soal aset Pemkab Tabanan yang mangkrak, pendapatan dari sisi pengelolaan parkir yang belum maksimal dan hingga revitalisasi pembangunan pasar. 

Saat rapat banggar berlangsung, anggota banggar DPRD Tabanan yang juga Ketua Bapemperda DPRD Tabanan I Wayan Eddy Nugraha Giri menyebut ini Pemkab Tabanan banyak memiliki aset-aset, sayang tidak terkelola dengan baik dan tidak produktif untuk menjadi sebuah pendapatan. Mulai dari aset yang terbelenggu dengan perjanjian hingga masalah lainnya. 

Aset tersebut diantaranya aset perkebunan di daerah Pupuan, Air Yeh Panes Penebel, DTW Bedugul dan aset-aset lainnya. "Pemkab ini banyak memiliki aset tapi tidak menguntung sama, tidak kelola dengan baik," ucap Eddy. 

Guna meningkat PAD, semestinya aset-aset ini dilakukan pengelolaan dengan baik oleh eksekutif. Sehingga tidak selalu muncul dalam pembahasan atau rapat kerja masalah aset ini.

Yang menarik pula anggota banggar DPRD Tabanan I Wayan Sudiana menyetil soal draf laporan KUA dan PPAS yang setiap tahun copi paste dibuat oleh TAPD ketika memberikan pendapatannya. 

Sudiana menyebut meski pihaknya belum membaca secara keseluruhan laporan APBD yang dirancang dalam KUA dan PPAS tahun 2025. Tapi laporan APBD yang dibuat ini adalah copi paste. 

"Mohon maaf bapak ibu, laporan ABPD ini copi paste, tinggal merubah pendapatan dan pembiayaan saja. Kita polos-polosan saja," ungkap Sudiana. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota Banggar DPRD Tabanan I Made Suarta. Ia meminta kepada TAPD Tabanan untuk menggenjot peningkatan PAD Tabanan. Meski dalam APBD 2025 nantinya dirancang meningkat mencapai Rp 698 miliar. 

"Apakah tidak bisa PAD tersebut dirancang lebih naik lagi mencapai Rp 800 miliar. Karena saat ini kondisi ekonomi mulai pulih kembali," tanya kepada TAPD Tabanan. 

Sementara itu Wakil Ketua TAPD Tabanan I Gede Urip Gunawan menjelaskan terjadi peningkatan sebenarnya. PAD Tabanan tahun ini alami kenaikan kendati baru pertengahan tahun dari target yang sudah ditentukan dalam APBD induk 2024 yakni sebesar Rp 576 miliar. 

Kenaikan mencapai Rp 121 miliar. Sehingga secara otomatis dalam rancangan yang disusun TAPD untuk APBD tahun 2025, menaikkan target pendapatan mencapai Rp 698 miliar. 

PAD Tabanan yang alami kenaikan ini terjadi pada pajak daerah yang terdiri dua komponen besar. Yakni bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Selain itu dari pajak hotel restoran dan pajak-pajak lainnya. BPHTB misalnya tembus pendapatan mencapai Rp 130 milar. Kemudian BBNKP kendaraan Rp 50 miliar lebih. 

"Potensi pajak daerah dari dua komponen ini sehingga TPAD berani meningkatkan rancangan PAD. Dan itu sudah ada perhitungannya," jelas Urip. 

Kemudian soal aset-aset daerah yang belum terkelola. Sejatinya Pemkab Tabanan sedang mencari investor. Seperti aset Pemkab di DTW Bedugul. Selanjutnya soal aset Pemkab perkebunan kopi di Pupuan sedang dilakukan penataan dan evaluasi oleh Pemkab Tabanan. Karena rencana kedepan akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga pula. 

"Untuk soal parkir ini kami sedangkan menggarap, salah satu pengelolaan parkir desa adat yang sedang dikerjasama Dinas Perhubungan Tabanan," pungkasnya. (uli)

Editor : Rosihan Anwar