TABANAN, Radar Bali.id – Sejumlah jembatan pengerjaaannya dikebut sebelum musim hujan, selain jalan yang menjadi skala prioritas, Pemkab Tabanan juga melakukan perbaikan pada sejumlah jembatan sebagai penghubung antar desa, kecamatan dan Kabupaten.
Saat ini ada tiga jembatan yang sedang dibangun Pemkab Tabanan. Jembatan tersebut di antaranya ruas Leba-Poyan yang berada di Desa Luwus, Baturiti.
Di mana Jembatan itu menelan dana pembangunan mencapai Rp 7,5 miliar. Selanjutnya jembatan penghubung Desa Senganan-Pemanis dianggarkan senilai Rp 5,6 miliar.
Dan, terakhir jembatan ruas Jalan Jalak Putih di Desa Dajan Peken Tabanan dengan menghabiskan anggaran
Rp 3,4 miliar. Dari tiga proyek pembangunan jembatan itu sumber anggaran BKK Badung.
Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan Dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra mengatakan sampai dengan bulan Agustus ini pembangunan.
Sejauh ini pengerjaan jembatan belum ada kendala di lapangan. Karena kondisi cuaca sangat mendukung proses pengerjaan proyek.
Dari tiga jembatan yang dilakukan perbaikan, yang rusak akibat bencana alam tahun 2023 progres pengerjaannya rata-rata sudah mencapai 50 persen.
”Sudah 50 persen progresnya. Astungkara bisa tuntas secepat. Karena kami target akhir Desember ini," ujarnya Kamis (22/8/2024).
Pihaknya yang melakukan perbaikan pada tiga jembatan tersebut. Dengan pertimbangan kajian di lapangan. Yakni rusak karena bencana alam banjir tahun 2023 lalu.
Selain itu karena jembatan itu akses utama dan penghubung warga lebih singkat untuk menuju wilayah desa dan kecamatan.
Bahkan menjadi jalur utama bagi warga untuk menjual hasil pertanian dan perkebunan mereka ke daerah Kota.
”Sehingga tiga jembatan ini menjadi skala prioritas kami sesuai dengan arahan dari Bupati Tabanan," tuturnya.
Diakui Dedy kembali tahun ini baru tiga jembatan yang pihaknya lakukan perbaikan. Untuk jembatan lainnya yang pihaknya bakal perbaikan pula memang ada.
”Kalau daftar data detail jembatan yang akan dilakukan perbaikan tahun depan kami belum bisa merinci," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita