Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Maunya Dorong Motor Mogok Pakai Kaki, Dua Pelajar SMK Terlindas Truk Tronton di Jalur Tengkorak

Juliadi Radar Bali • Rabu, 4 September 2024 | 17:10 WIB
GELAR OLAH TKP : Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. (Istimewa)
GELAR OLAH TKP : Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. (Istimewa)

TABANAN, Radar Bali.id - Dua pelajar SMK di Tabanan tewas setelah terlibat kecelakaan di Jalur Denpasar Gilimanuk Senin malam (2/9/2024).

Kedua pelajar nahas itu adalah I Gede Apriadi Wiguna, 15 dan I Ketut Agus Giri Mertayasa, 15 meninggal dunia usai terlindas sebuah truk tronton Hino. 

Kedua pelajar mengalami kecelakaan lalu lintas tepat di Banjar Dinas Babakan, Desa Selemadeg, Selemadeg, Tabanan.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan awal kecelakaan lalu lintas dengan korban dua pelajar SMK ditangani Polsek Selemadeg. Tapi kini penanganan telah dilimpahkan ke Satlantas Polres Tabanan. 

"Kasus kecelakaan ini masih dilakukan penyelidikan. Barang bukti berupa truk telah diamankan. Kemudian sopir truk sudah dilakukan pemeriksaan," ungkap Iptu Berata, Selasa kemarin (3/9/2024).

Ia menjelaskan kecelakaan lalu lintas yang dialami kedua pelajar Gede Apriadi dan Agus Giri yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol DK 6504 GBD datang dari arah barat menuju arah utara. 

Begitu pula dengan kendaraan truk Hino bernopol B 9694 UEU yang dikemudikan oleh Rolis Ripai, 35 datang dari arah yang sama. Namun posisi sepeda motor Honda Beat berada di belakang kendaraan truk Hino. 

Melintas di jalan datar lurus pengendara sepeda motor Honda Beat Gede Apriadi berbocengan dengan Agus Giri malah membantu mendorong sepeda motor Honda Beat bernopol DK 2135 GBB milik temannya yang mati, karena alami kerusakan. Dengan membantu mendorong menggunakan kaki kiri. 

Gede Apriadi dan Agus Giri yang membantu mendorong motor milik temannya. Saat  berniat mendahului kendaraan truk, apa yang terjadi sepeda motor Honda Beat DK 2135 GBB miliknya temannya berhasil didorong dan berhasil mendahului kendaraan truk. 

Sayangnya kedua korban Agus Apriadi dan Agus Giri malah menyenggol kendaraan truk Hino yang menyebabkan sepeda motornya jatuh ke kiri hingga mengakibatkan kedua pelajar itu terlindas kendaraan truk Hino. 

"Agus Apriadi meninggal di lokasi, karena mengalami luka kepala pecah kepala. Sedangkan korban Agus Giri yang dibonceng juga alami luka kepala pecah dan meninggal di lokasi," bebernya. 

Hasil penyelidikan dan olah TKP di lapangan diduga kedua pelajar pengendara sepeda motor Honda Beat kurang berhati-hati saat berkendara.

Apalagi mendahului kendaraan tanpa pertimbangan soal arus lalu lintas. 

"Korban mendahului truk juga sambil membantu mendorong sepeda motor temannya yang mati. Sehingga kedua korban alami kecelakaan," tandasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#selemadeg #lakalantas #tabanan #kecelakaan