TABANAN, Radar Bali.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan menargetkan data desa presisi di Tabanan akan rampung pada bulan Oktober mendatang.
Pasalnya dari 133 desa yang ada, kini sudah 50 desa yang sudah terintegrasi dengan sistem informasi data desa presisi.
Sekertaris Dinas Diskominfo Tabanan I Gusti Putu Winiantara mengatakan pelaksanaan data desa presisi di Tabanan sejatinya prosesnya sudah berjalan sejak setahun terakhir. Itu setelah ditetapkan perda nomor 12 tahun 2022 tentang dasar penyelenggaraan pemerintah darah berbasis data desa presisi.
Kendati pelaksanaan sudah berjalan untuk menuju data desa presisi, sayangnya di lapangan masih menemui beberapa kendala. Diantaranya terjadi pembangunan sistem informasi desa yang tidak terarah, tidak merata.
Di samping itu kendala lainnya meski sudah dibuatkan aplikasi data desa presisi tahun 2023 dengan integrasi seluruh desa, namun masih desa di Tabanan belum ada desa terinstal dengan histing Diskompinfo. Hingga masalah terbatas sumber daya manusia yang paham dengan teknologi informatika di desa.
"Sehingga ini kadang kala menyulitkan kami integrasi data dalam pembuatan big data Tabanan," ujar pria yang akrab disapa Anom.
Menurutnya, dari 133 desa di Tabanan sudah ada 50 desa terintegrasi dengan sistem informasi data desa presisi.
Baca Juga: Jembrana Raih Penghargaan Kemendes PDTT, Kabupaten Pertama Terapkan Data Desa Berbasis SDGs Desa
Sejati sudah ada sebanyak 70 desa yang terintegasi, namun karena terjadinya masalah pada peretasan/ramsomware pada pusat data nasional di Kominfo pusat. Sehingga sebagian data desa yang sudah terintegasi hilang.
"Jadi di Tabanan tinggal 83 desa di Tabanan belum terintegrasi. Tapi target kami Oktober mendatang tuntas 133 desa terintegrasi dengan data desa presisi," jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Humas dan Prokompim Tabanan.
Baca Juga: Bupati Jembrana; Soft Launching JSDDD, Integrasikan Data Desa dan OPD
Anom menambahkan banyak manfaatkan sejati dengan adanya data desa presisi ditengah kemajuan zaman sekarang ini. Selain seluruh data baik data kependudukan, layanan surat menyurat dan administrasi bisa tergabung menjadi satu kesatuan. Juga segala pembangunan di Tabanan bisa berbasis dengan data yang ada.
"Yang menarik kan, bagaimana akses data dan seluruh informasi tentang potensi desa, topografi desa bisa diketahui oleh masyarakat. Karena ini salah satu jalan untuk menarik investasi di desa," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita