Museum Subak Tabanan atau Water Museum Mandala Mathika telah tuntas dibangun. Bahkan menjadi lokasi kegiatan Word Water Forum (WWF) pada bulan Mei lalu. Tapi belum terbuka untuk umum.
SAMPAI Oktober 2024 ini Museum Subak Tabanan yang berlokasi di Sanggulan Desa, Desa Banjar Anyar Kediri, Tabanan, belum dibuka bagi masyarakat luas juga wisatawan.
Kepala UPTD Museum Subak Tabanan Dinas Kebudayaan Si Putu Eka Santi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan akan kembali beroperasi museum subak Tabanan dibuka untuk umum.
Karena saat ini Museum Subak Tabanan yang sudah tuntas dibangun masih menjadi kewenangan dari Kementerian PUPR pusat. Gedung Museum Subak masih dalam masa pemeliharaan dari kontraktor selama setahun.
"Kami di UPTD Museum Subak hanya menunggu perintah, jika siap dibuka. Kami akan buka," ucapnya, Kamis kemarin (24/10/2024).
Diterangkan Eka Santi, selain itu pada gedung Museum Tabanan juga masih dalam proses penyempurnaan untuk konten-konten koleksi-koleksi di dalam Museum.
Untuk koleksi dari Museum Subak yang sudah exsisting yang memang dulunya sudah ada. Seperti koleksi alat-alat pertanian (subak) memang sudah ditempatkan didalam gedung Museum.
Akan tetapi ada rencana penambahan koleksi dari Museum subak yang kini bernama Water Museum Mandala Mathika.
"Museum Subak telah dikembangkan menjadi Water Museum. Maka akan ada penambahan konten dan koleksi barang atau benda. Baik itu dari luar negeri dan nasional," jelasnya.
Pihaknya berharap secepatnya Museum Subak Tabanan bisa beroperasi kembali seperti dulu. Pasalnya telah banyak dari wisatawan dan pihak-pihak sekolah di Tabanan dan Bali umumnya juga menanyakan keberedaan Museum Subak kapan beroperasinya.
"Perkiraan kami Juni tahun 2025 baru bisa beroperasi, mengingat batas waktu pemeliharaan dari kontraktor sampai bulan Mei tahun depan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita