Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Datangi Pasar Sri Bantas, Kediri, Tabanan, Tim Labfor Polda Telisik Penyebab Kebakaran

Juliadi Radar Bali • Jumat, 8 November 2024 | 17:20 WIB
TELISIK LANGSUNG TEMPAT KEJADIAN : Tim Laboratorium Forensik Polda Bali mendatangi Pasar Sri Bantas di Banjar Dinas Batan Duren, Desa Cepaka, Kediri Tabanan. (foto:juliadi/radar bali)
TELISIK LANGSUNG TEMPAT KEJADIAN : Tim Laboratorium Forensik Polda Bali mendatangi Pasar Sri Bantas di Banjar Dinas Batan Duren, Desa Cepaka, Kediri Tabanan. (foto:juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id  – Tim Laboratorium Forensik Polda Bali mendatangi Pasar Sri Bantas di Banjar Dinas Batan Duren, Desa Cepaka, Kediri Tabanan. 

Kedatangan Tim Labfor Polda Bali Kamis siang kemarin (7/11/2024) untuk mengambil beberapa puing-puing sisa kebakaran sebagai sampel.

Nantinya, sampel itu akan diuji untuk memastikan penyebab kebakaran hebat yang membuat ludes ratusan lapak pedagang dan puluhan kios yang terbakar.

Meskipun, dalam peristiwa itu dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. 

“Hari ini labfor turun. Ya, untuk meyakinkan lagi (penyebab kebakaran),” ujar Kapolsek Kediri Kompol Nyoman Sukadana.

Hasil pengujian dan pemeriksaan oleh tim Bidlabfor Polda Bali itu akan dirangkum menjadi satu dengan temuan Tim Identifikasi dari Polres Tabanan.

“Di samping keterangan saksi-saksi yang sudah kami himpun saat hari kejadian,” imbuh Sukadana.

Seperti hasil pemeriksaan saat kejadian, dugaan sementara kebakaran yang menimbulkan kerugian materi dengan perkiraan mencapai Rp 8 miliar itu akibat korsleting listrik.

“Sementara dugaannya (akibat) korsleting. Ini sesuai keterangan beberapa saksi. Termasuk saya juga sempat tanya di lokasi kejadian. Memang begitu,” tegas mantan Kabag Ops Polres Tabanan ini.

Sesuai keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, sumber api berawal dari percikan yang timbul di salah satu lapak atau kios di gedung utama bangunan Pasar Sri Bantas yang luasnya 60 are itu.

“Di sana kan banyak ada sambungan kabel-kabel. Masing-masing lapak itu ada sambungan kabelnya,” ungkapnya.

Selain itu, informasi awal yang diterima pihaknya saat itu menyebutkan pasar tersebut biasanya beroperasi dari pukul 04.00 Wita dan tutup sekitar pukul 11.00 Wita.

“Tapi masih ada (beberapa) yang berjualan. Kebetulan yang lapak (tempat munculnya percikan api) itu tutup. Tidak buka. Dilihatlah sama (pedagang) di sebelah-sebelahnya itu. Api muncul dari situ,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#terbakar #pasar #tabanan