TABANAN, Radar Bali.id – Saat Bali memasuki musim penghujan , Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tabanan memperketat pengecekan rutin di berbagai sumber mata air dan pipa distribusi.
Langkah ini diambil mengingat banyaknya sumber air yang berada di kawasan rawan longsor, terutama di wilayah pegunungan seperti Baturiti, Pupuan, dan Bajera.
Plt Kabag Langganan, I Wayan Agus Suanjaya menjelaskan bahwa kebanyakan sumber mata air berada di posisi bawah bukit, yang membuatnya rentan terkena dampak longsor saat hujan deras.
Baca Juga: Demi Penuhi Kebutuhan Pelanggan, PDAM Tabanan akhirnya Tambah Daya Penampungan di Sumber Mata Air
"Sumber mata air dan pipa distribusi kami berada di bawah, otomatis sangat rawan terdampak longsor jika hujan lebat terjadi," ujarnya.
Petugas teknis secara intensif melakukan pengecekan terhadap berbagai komponen penting seperti pipa transmisi, distribusi, dan pompa air.
Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan meminimalisir risiko kerusakan.
"Pengecekan juga mencakup pengawasan ketat di sejumlah daerah yang kerap menghadapi bencana seperti di sumber mata air Dedari Marga, kecamatan Baturiti, Selemadeg Barat, Pupuan, dan di Selemadeg," jelasnya.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi PDAM Tabanan adalah pengolahan air dari Telaga Tunjung saat air keruh akibat hujan deras.
“Jika air di Telaga Tunjung keruh, proses pengolahan menjadi lebih sulit dan membutuhkan penanganan ekstra,” ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita