Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jasad Nenek Uzur Ditemukan di Saluran Irigasi, Diduga karena Terpeleset

Juliadi Radar Bali • Kamis, 21 November 2024 | 16:58 WIB
DIEVAKUASI : Suasana evakuasi korban Ni Ketut Rapiyeg yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi subak. (Foto Humas Polres Tabanan untuk Radar Bali)
DIEVAKUASI : Suasana evakuasi korban Ni Ketut Rapiyeg yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi subak. (Foto Humas Polres Tabanan untuk Radar Bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Warga Banjar Dinas Belumbang Kelod, Desa Belumbang,  Kerambitan, Tabanan dibuat geger . Ini setelah adanya temuan mayat di aliran irigasi subak belumbang, Rabu kemarin (20/11/2024). 

Mayat perempuan berusia 83 tahun itu ditemukan oleh warga desa setempat ternyata seorang lansia bernama Ni Ketut Rapiyeg asal Banjar Dinas Langan, Desa Belumbang.

Dari informasi yang berhasil diperoleh, penemuan mayat korban Ni Ketut Rapiyeg sekitar pukul 07.30 wita berada di saluran irigasi Subak Belumbang. Sebelum korban ditemukan meninggal di saluran irigasi. 

Warga setempat (Saksi) Ni Wayan Temen sempat melihat korban melintas didepan gang rumahnya sekitar pukul 06.30 pagi. Karena biasanya korban setiap pagi mandi di saluran irigasi subak. Sehingga membuat saksi yang kala itu sedang berada didapur urung berniat membuang air sisa bekas masakan ke saluran irigasi. 

Saat sedang memasak saksi mendengar sesuatu terjatuh di dalam saluran irigasi Subak Belumbang yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya. 

Saksi selanjutnya langsung keluar dan melihat ke saluran irigasi tersebut, namun saksi hanya melihat pakaian dan tongkat yang di bawa korban berada di seputaran tempat korban mandi. Sementara korban tak berada di lokasi. 

Penasaran dengan korban yang tidak berada di lokasi saluran subak. Membuat saksi akhirnya mencari keberadaan korban di saluran irigasi. Namun masih belum ditemukan. Sehingga saksi memberitahukan pihaknya keluarga dari korban. 

Saat dilakukan pencarian oleh saksi dan keponakan korban I Putu Pande Krisna menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di aliran irigasi Subak Belumbang. 

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata membenarkan kejadian itu. Mayat perempuan yang meninggal di saluran irigasi subak belumbang berasal dari Banjar Dinas Langan, Desa Belumbang. Saat ini sudah dilakukan evakuasi oleh Polsek Kerambitan dan BPBD Tabanan. 

"Korban Ni Ketut Rapiyeg ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertelungkup dengan kepala berada di utara dan kaki berada di selatan dan mengalami sejumlah luka lecet bagian tubuh korban," ungkapnya. 

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan di lapangan. Korban yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi subak diduga karena terpeleset saat hendak  mandi. 

"Korban ini sudah berusia lanjut, saat mandi korban terpeleset lalu terjatuh dan kemudian terbawa arus deras air irigasi Subak Belumbang," pungkasnya.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#temuan jasad #tabanan #lansia