TABANAN, Radar Bali.id - RSUD Tabanan tahun 2025 mendatang bakal membangun lebih luas kamar penitipan jenazah. Pasalnya saat ini kondisi ruangan kamar pemulasaraan jenazah sudah tidak mampu lagi menampung jumlah jenazah yang dititipkan oleh keluarga pasien di rumah sakit.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh RSUD Tabanan, kapasitas penampungan untuk kamar jenazah hanya bisa menampung 12 jenazah.
Namun yang menitipkan jenazah di RSUD Tabanan rata-rata perhari mencapai 22 jenazah. Kondisi ini kadang kala membuat kamar jenazah overload.
Baca Juga: Banyak Jenazah Titipan, Freezer di Kamar Jenazah RSUD Klungkung Penuh
Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan dr. IGN Bagus Juniada mengatakan masalah kamar jenazah yang overload tersebut kedepan pihaknya sudah mencarikan solusi dengan membangun ruangan kamar jenazah yang lebih luas yang sesuai dengan standart kebutuhan pasien dan rumah sakit.
Mengingat telah turunnya bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat ke RSUD.
"Maka tahun 2025 kami membangun ruangan kamar jenazah yang lebih luas yang berada pada sisi timur RSUD Tabanan," kata dr Bagus, ditemui Rabu kemarin (11/12/2024).
Ia menjelaskan pembangunan kamar jenazah di RSUD Tabanan sesuai dengan perintah dan ijin pimpinan. Agar pelayanan rumah sakit dari sisi pemulasaraan jenazah lebih layak dan memiliki rasa kemanusia.
Mengenai anggaran untuk pembangunan kamar jenazah itu dari dana DAK pusat sekitar Rp 15 miliar.
Anggaran belasan miliar itu tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik semata. Melainkan untuk IPRS (intalasi prasarana rumah sakit).
"Ini masih kami dihitung dan didesain pembangunan kamar jenazah," ungkapnya.
Ia menambahkan pada tahun 2025, RSUD Tabanan tidak hanya menerima bantuan DAK untuk fisik melainkan pula ada beberapa sarana alat kesehatan yang diterima dari pemerintah pusat. Seperti misalnya alat Cath Lab atau katerisasi jantung, sehingga pasien dengan penyakit jantung bisa terlayani di RSUD Tabanan.
"Pembangunan ruang kamar jenazah hingga persedian sarana dan fasilitas kesehatan untuk menunjang kegiatan pelayanan medis. Karena diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk Tabanan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita