TABANAN, Radar Bali.id - Harga cabai rawit semakin pedas diawal tahun 2025. Berdasarkan data yang diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan dari hasil pemantauan pada sejumlah pasar di Tabanan.
Harga cabai rawit merah yang diawal hanya Rp 80 ribu perkilogram kini tembus di kisaran Rp 110-120 perkilogram. Begitu pula dengan harga cabai merah kriting Rp 55 ribu perkilogram dan saat ini naik menjadi Rp 70 ribu perkilogramnya.
Selain itu harga cabai merah besar juga alami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 60 ribu kini tembus jadi Rp 70 kilogramnya.
Kepala Disperindag Tabanan I Made Murjani mengatakan kenaikan harga cabai pada sejumlah pasar di Tabanan disebabkan oleh faktor cuaca hujan saat ini.
Hujan yang secara terus menurus membuat kondisi hasil atau produktivitas cabai ditingkat petani turun. Bahkan beberapa petani membuat mengalami gagal panen.
"Ini yang menghambat pasokan cabai pada sejumlah pasar turun. Minim produktivitasnya sementara permintaan tinggi, karena cabai kebutuhan sehari-hari," tuturnya, Minggu (12/1/2025).
Maka tidak heran sejak awal tahun 2025 harga cabai alami kenaikan cukuf signifikan. Lantaran pasokan tidak terpenuhi pada sejumlah pasar.
Kendati harga cabai rawit kenaikan mencapai 38 persen. Namun beberapa harga kebutuhan pokok lainnya masih terpantau normal. Diantaranya bawang merah Rp 38 ribu per kilogram, tomat Rp 16 ribu per kilogram dan telur ayam ras Rp 27 ribu, beras medium Rp 13-14 ribu per kilogram.
Minyak goreng kemasan premium Rp 21 ribu per liter dan minyak kita Rp 17 ribu per kilogram serta daging ayam ras Rp 40 ribu per kilogram.
“Meski ada kenaikan beberapa jenis kebutuhan pokok, namun secara keseluruhan harga-harga kebutuhan pokok masih relatif stabil,” jelasnya.
Ia menambahkan pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pangan dan kebutuhan pokok di pasar.
“Pemantauan harga kebutuhan pokok ini agar kami bisa mengambil kebijakan apakah akan dilakukan operasi pasar atau tidak. Dan sebagai bahan laporan untuk mengantisipasi adanya inflasi," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita