Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Januari 2025 Ini Distan Tabanan Target Tuntaskan 1.700 Dosis Vaksin PMK

Juliadi Radar Bali • Rabu, 22 Januari 2025 | 03:30 WIB
PETAKAN VAKSINASI : Bidang Kesehatan dan Peternakan Hewan Dinas Pertanian tabanan yang mulai melakukan vaksinasi PMK di Banjar Seribupati, Desa Cau Belayu, Marga.(juliadi)
PETAKAN VAKSINASI : Bidang Kesehatan dan Peternakan Hewan Dinas Pertanian tabanan yang mulai melakukan vaksinasi PMK di Banjar Seribupati, Desa Cau Belayu, Marga.(juliadi)

TABANAN, Radar Bali.id - Mulai merebak kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bali yang ditemukan di Kabupaten Karangasem membuat Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan melalui Bidang Kesehatan Hewan mulai melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sejumlah hewan ternak sapi di Tabanan. 

Vaksinasi PMK diawali di Banjar Seribupati, Desa Cau Belayu, Marga, pada Senin kemarin (20/1/2025). Permulaan vaksin PMK di Cau Belayu sesuai dengan jadwal yang dikirimkan ke Dinas Pertanian Tabanan. 

Ada sebanyak 203 ekor sapi milik peternak berhasil divaksin PMK yang ditinjau secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia.

 Baca Juga: Pemprov Bali Akhirnya Dapat Jatah 170 Ribu Dosis Vaksin PMK, Baru Didistribusikan 17 Ribu

“Ya hari ini (kemarin) kami sudah mulai vaksinasi PMK berada di Desa Cau Belayu, Marga,” ungkap Kabid Kesehatan Hewan dan Peternakan Dinas Pertanian Tabanan drh. Gde Eka Partha Ariana. 

Ia menjelaskan vaksinasi PMK ini akan dituntaskan terlebih duhulu di wiilayah Desa Cau Belayu baru dilanjutkan dengan kecamatan lain di Tabanan. Selain itu pihaknya pula akan melakukan vaksinasi PMK serentak di seluruh Kabupaten Tabanan. Dengan target waktu akhir Januari ini. 

“Kami tuntaskan dulu sesuai dengan vaksin tersedia sampai akhir Januari. Karena vaksin tersedia baru 1.700 dosis,” bebernya. 

drh. Gde Eka mengaku khusus di Tabanan memang sejauh ini belum ditemukannya adanya kasus PMK. Namun pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan memberikan vaksinasi PMK terhadap hewan ternak sapi milik peternak. 

Pihaknya juga telah meminta kepada peternak dan pengusaha sapi untuk tidak melulu mengandalkan vaksinasi PMK untuk mencegah terjadi kasus PMK. Melainkan peternak dalam mengantisipasi dapat melakukan dengan bio sekurity pada kandang. Misalnya pembersihan dengan rutin, penyemprotan disinfektan hingga pemberian vitamin terhadap hewan ternak.

Bahkan kami meminta kepada ternak bila menemukan hewan sapi dengan ciri-ciri mirip penyakit PMK dapat segera melapor. Sehingga dapat dilakukan penanganan oleh petugas kesehatan hewan. 

"Boleh juga melakukan vaksin PMK secara mandiri, tanpa harus mengandalkan vaksin PMK gratis yang diberikan pemerintah," jelasnya. 

Saat ini Tabanan masih membutuhkan lebih banyak vaksin PMK. Mengingat jumlah populasi sapi di Tabanan mencapai 38 ribu ekor. 

Vaksin PMK ini memang akan didrop secara bertahap oleh Pemprov Bali ke semua Kabupaten.

"Mudah-mudah secepat turun vaksin PMK lagi, sehingga lebih cepat kami lakukan vaksin PMK kepada para peternak," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #PMK #vaksinasi #distan