Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kerugian Bencana Dampak Siklon Tropis di Tabanan Capai Ratusan Juta

Juliadi Radar Bali • Jumat, 28 Februari 2025 | 18:35 WIB
BANYAK KERUSAKAN : Suasana kerusakan bencana alam yang ditimbulkan oleh angin akibat bibit siklon tropis pada awal bulan Februari 2025. (juliadi/radar bali)
BANYAK KERUSAKAN : Suasana kerusakan bencana alam yang ditimbulkan oleh angin akibat bibit siklon tropis pada awal bulan Februari 2025. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan mencatat nilai kerugian bencana akibat dampak dari bibit siklon tropis yang terjadi pada bulan Februari lalu mencapai ratusan juta di Tabanan. 

Bahkan BPBD memprediski akan mengalami peningkatan nilai kerugian bencana, pasalnya pihaknya saat ini masih turun melakukan pendataan secara real di lapangan lokasi musibah bencana.

Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan sekitar 30 laporan bencana alam terjadi saat angin kencang disertai hujan pada awal bulan Februari lalu.

Kejadian bencana alam itu meliputi bangunan rumah yang rusak tertiup angin kencang, bangunan pura tetimpa pohon, banjir hingga tanah longsor.

Dari 30 laporan ini sebagian sudah dihitung nilai kerugian sementara sekitar Rp 300 juta. Ini pun belum secara keseluruhan dilakukan perhitungan di lapangan kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Total nilai kerugian belum bisa pastikan angkanya, tetapi baru sebesar Rp 300 juta, karena ada beberapa kerusakan yang butuh pendataan langsung petugas kami," ujarnya. 

Giri menegaskan nilai kerugian bencana alam terhadap para korban terutama masyarakat yang pasti akan diberikan dana bantuan bencana alam yang bersumber dana belanja tak tertuga (BTT) APBD Tabanan. Karena Pemerintah Tabanan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. 

"Anggaran BTT sih sudah siap, perlu perhitungan real dibawah," ucapnya.

Diakui Giri, bencana alam yang banyak terjadi tidak lepas pula dari daerah Tabanan dari 10 kecamatan yang secara keseluruhan merupakan wilayah dengan rawan bencana. Sehingga pihaknya saat ini sedang menggencarkan pola komunikasi informasi dan edukasi (KIE) masalah kebencanaan yang menyasar setiap desa di Tabanan. 

Ketika desa merasa daerahnya masuk rawan bencana, maka harus melakukan antisipasi dan tindakan. Bisa misalnya membuat desa tangguh bencana dengan anggota dari masyarakat setempat. 

Maka apa ketika mereka sudah melakukan antisipasi dini kemudian saat terjadi bencana mereka tidak bisa menangani baru tim BPBD Tabanan turun. 

"Pola-pola penanganan bencana semacam inilah yang perlu ditingkat pada skup desa lebih dini melakukan antisipasi," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #pohon tumbang #longsor #siklon tropis