TABANAN, Radar Bali.id - Masih banyak sampah laut terutama sampah kiriman yang berada di pesisir pantai selatan wilayah Tabanan.
Di antaranya berada di Pantai yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan membuat sejumlah masyarakat hingga sejumlah pegawai OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan turun memfokus pelaksanaan aksi peduli sampah di Pantai Yeh Gangga.
Salah seorang nelayan Yeh Gangga I Wayan Suarya menyebut sudah menjadi rutinitas pantai Yeh Gangga menerima sampah kiriman laut. Sampah-sampah tersebut mulai dari sampah kayu, sampah plastik dan sampah lainnya.
Sampah kiriman laut bukan hanya berada di Pantai Yeh Gangga melainkan berada pula di Pantai Kelating, Desa kelating, Pantai Pasut Desa Tibubiu dan pantai yang berada di wilayah selatan Tabanan.
"Sampah-sampah laut ini menumpuk di pinggir laut sudah berhari-hari. Bersyukur hari aksi peduli sampah yang dilakukan Pemkab Tabanan berada di Pantai Yeh Gangga," ucapnya, Minggu (2/3/2025).
Ia menjelaskan kegiatan atau bersih sampah semacam ini mudah-mudahan bisa dilakukan secara kontinyu oleh Pemkab Tabanan. Mengingat Pantai Yeh Gangga merupakan salah satu pantai juga dikunjungi warga dan wisatawan mancanegara.
"Harapan kami aksi peduli sampah ini terus digalakkan," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang ikut turun dalam aksi peduli sampah mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar wilayah Pantai Selatan Tabanan adalah masalah sampah laut.
Dampak dari sampah kiriman laut sangat sangat nyata dan memiliki implikasi sosial yang tidak bisa dianggap remeh. Karena menyangkut citra pariwisata Balii. Maka pihaknya mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah dan memilah sampah di rumah tangga.
“Saya ingin menegaskan bahwa sampah, terutama sampah plastik, sudah menjadi isu yang sangat penting untuk disikapi.
Ketika aksi peduli sampah dilakukan Pemkab Tabanan menyediakan 400 lembar kampil untuk tempat sampah dan 200 buah sepit bambu untuk pemungutan sampah.
Dalam aksi yang dilakukan sekitar 3 jam lebih tersebut puluhan ton sampah laut terkumpul. Sampah-sampah laut berupa kayu, sampah plastik dan sampah lainnya selanjutnya diangkut oleh truk sampah dibawa ke TPA.
Permasalahan sampah ini sangat serius bagi Bali dan Tabanan. Apalagi kondisi TPA Mandung sudah overload.
"Kami berharap agar masyarakat, terutama semua stakeholder, dapat bersatu untuk menjaga kebersihan dan berkomitmen dalam pengelolaan sampah yang lebih baik," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita