Kabar ditemukannya dadong alias nenek usia 74 tahun ini sontak mengejutkan pihak keluarga. Sepuluh hari bukan waktu yang singkat untuk seorang lansia bertahan.
KEPANIKAN itu suddah terjadi beberapa hari lalu. Pihak keluarga sempat dilaporkan hilang sejak 23 Februari lalu. Seorang nenek berusia 74 tahun akhirnya berhasil ditemukan.
Nenek bernama I Nyoman Jembor, warga Banjar Dinas Yang Api, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah kebun pandan setelah 10 hari lebih menghilang.
Korban ditemukan oleh warga sekitar setelah sebelumnya dilaporkan hilang ke Polsek Kediri.
Baca Juga: Arus Kuat, Orang Hilang di Perairan Nusa Penida Sulit Ditemukan
Sekadar diketahui dari keluarga dan warga sekitar telah melakukan upaya pencarian sejak awal hilangnya nenek Jembor. Tapi sayangnya tidak membuahkan hasil.
Bahkan mereka sempat melakukan pencarian secara niskala (spiritual) dengan mendatangkan orang pintas di lokasi hilang korban.
Keluarga korban pun menduga nenek Jembor hilang karena disembunyikan oleh wong samar atau makhluk halus.
Kabar ini semakin diperkuat dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang menunjukkan momen penemuan nenek Jembor.
Dalam video tersebut, terlihat dua orang pinta yakni seorang pemangku dan seorang warga yang diduga kerasukan berkomunikasi menggunakan bahasa yang tidak dimengerti. Namun hasil penerawangan diduga nenek Jambor hilang disembunyikan mahluk halus.
Kepala Wilayah (Kawil) Banjar Yang Api, Made Martika Putra membenarkan kejadian ini.
Ia menjelaskan bahwa sebelum hilang, pada Minggu 23 Februari lalu. Salah satu anggota keluarga sempat membawakan makanan untuk nenek Jembor.
Namun, saat dicek ke dalam kamarnya, ia tidak ditemukan. Keluarga awalnya mengira nenek pergi keluar untuk mencari dedaunan, mengingat aktivitas sehari-harinya adalah membuat porosan, yakni sarana banten yang terbuat dari daun durian dan daun cepaka.
"Dua hari sebelum hilang, korban sempat mengeluhkan sakit pada kakinya. Keluarga bahkan sempat mengajaknya berobat," ujarnya, Rabu (5/3/2025).
Karena tidak kembali hingga Senin pagi (24/2/2025), keluarga mulai khawatir dan melakukan pencarian. Selain mencari secara langsung, keluarga juga meminta bantuan orang pintar untuk mendapatkan petunjuk secara niskala.
"Menurut petunjuk orang pintar, memang benar korban disembunyikan oleh makhluk halus. Bahkan, keluarga mendapatkan informasi bahwa korban telah melangsungkan pernikahan secara gaib.
Hal aneh lainnya, sehari setelah mendapat petunjuk tersebut, di rumah korban tercium bau sate, seolah sedang ada upacara hajatan," tambahnya.
Tak hanya dari pihak keluarga dan warga sekitar, beberapa konten kreator juga sempat ikut melakukan upaya pencarian. Tepat di hari ke-10 pencarian, keluarga kembali meminta petunjuk kepada orang pintar.
Mereka diarahkan untuk mencari ke arah utara Pura Yang Api. Sesuai petunjuk tersebut, Nyoman Bagiarta, salah satu kerabat korban, akhirnya menemukan nenek Jembor dalam kondisi lemas di kebun pandan milik warga. Korban ditemukan hari ini sekitar pukul 10.00 wita.
"Saat ditemukan, korban dalam keadaan sangat lemah, dengan luka di beberapa bagian tubuhnya. Bahkan, di luka pada kakinya ditemukan belatung," jelas Made Martika Putra.
Setelah penemuan tersebut, keluarga segera memberikan banten penukar, yakni persembahan dalam ritual Hindu yang berfungsi sebagai simbol penukar tubuh korban dengan makhluk yang diduga menyembunyikannya.
"Selain itu, upacara ini juga berfungsi sebagai sarana penyucian (ngelukat) dari energi negatif. Kemudian kondisi nenek Jembor masih menjalani perawatan di RSUD Tabanan saat ini," tandasnya.
Sementara itu Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana juga tak menampik kejadian itu. Untuk korban seorang nenek berusia 74 tahun yang hilang selama 10 hari lebih sudah ditemukan keluarga.
"Korban tak jauh dari lokasi Pura Yang Api 500 meter dari jarak rumah korban. Padahal sebelumnya korban sempat dicari keluarga di lokasi itu," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita