TABANAN, Radar Bali.id - Kendati sempat dikunjungi oleh Wapres RI Gibran Rakabumig Raka, namun kondisi Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken Tabanan ternyata alami kerusakan.
Pasar tersebut hampir 45 tahun tidak kunjung dilakukan perbaikan. Meski pengelola pasar telah mengusulkan kepada pemerintah Tabanan.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pasar Dauh Pala Tabanan Gede Putu Manik Mahendra. Ia menyebut sejak tahun 1980 sampai sekarang Pasar Dauh Pala ini sama sekali belum tersentuh revitalisasi atau proses perbaikan.
Dari segi fisik bangunan hampir 50 persen sudah dalam kondisi rusak berat. Sehingga sama sekali tidak bisa ditempati pedagang.
"Ada bangunan atau los pedagang yang mau roboh, bocor atap dan kerusakan lainnya. Sehinggga tidak bisa sewa dan ditempati pedagang," aku Manik, Minggu (6/7/2025).
Saat ini jumlah pedagang yang aktif di Psaar Dauh Palah sekitar 370 orang dengan 16 kios yang bisa ditempati. Kemudian 11 los dan jumlah berdagang dipedasaran atau lapak biasa 127 orang. Kondisi semua ini alami kerusakan, sehingga sudah tidak layak untuk berjualan bagi pedagang.
Pasar Dauh Pala yang alami kerusakan ini sejatinya pihak sempat mengusulkan. Bukan dari sisi bangun fisik termasuk pula usulan soal penataan parkir.
Hanya saja belum ada kejelasan dari pemerintah daerah. "Katanya belum ada anggaran untuk biaya perbaikan," ungkapnya.
Belum lagi lokasi Pasar Dauh Pala yang luasnya 3.900 Meter Persegi ini tanah miring yang rawan longsor. Karena berdekatan dengan sungai Yeh Empas.
"Pada berbatasan Pasar dengan sungai ada senderan, tapi kondisinya sudah tidak begitu kuat," bebernya.
Manik berharap dengan datang Wapres RI ke Pasar Dauh Pala tidak hanya bisa bertatap muka saja. Melainkan dapat melakukan revitalisasi pasar. Termasuk revitalisasi dapat dilakukan oleh Pemda Tabanan.
"Ya mudah-mudah ada efek atau dampak. Pasar Dauh Pala bisa ditata dilakukan perbaikan," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita