Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mendaki Gunung Batukaru, Tersesat, Ibu dan Anak Berhasil Ditemukan di Ketinggian 1.845 MDPL

Juliadi Radar Bali • Rabu, 9 Juli 2025 | 14:05 WIB
DITEMUKAN SELAMAT : Kondisi Astuti dan anaknya Resta yang berhasil ditemukan selamat setelah tersesat saat mendaki di Gunung Batukaru, Tabanan. (foto:istimewa)
DITEMUKAN SELAMAT : Kondisi Astuti dan anaknya Resta yang berhasil ditemukan selamat setelah tersesat saat mendaki di Gunung Batukaru, Tabanan. (foto:istimewa)

TABANAN, Radar Bali.id - Dua pendaki ibu dan anak yang tersesat mendaki di Gunung Batukaru, pada Minggu malam (6/7/2025) akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari Basarnas, Polsek Pupuan, pecalang dan masyarakat desa setempat. 

Kedua pendaki yakni Astuti, 40 dan anaknya, Resta, 19 berhasil ditemukan Selasa kemarin (8/7/2025). 

Kapolsek Pupuan, AKP I Nengah Simpen mengatakan dua pendaki ibu dan anak berhasil dievakuasi dari Gunung Batukaru pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. 

Tim gabungan sempat menyisir pada ketinggian 1600 MDPL. Dimana tim gabungan menemukan bekas makanan dan makanan minuman dua pendaki. Mereka berhasil dievakuasi pada ketinggian 1845 Mdpl Gunung Batukaru. 

Proses evakuasi itu berakhir di Pura Siwa di Desa Pujungan. Simpen juga menyebutkan, kondisi ibu dan anak tersebut dalam keadaan baik.

“Keduanya dalam keadaan sehat. Mereka juga bisa kami ajak berkomunikai dengan baik,” ungkapnya.

Simpen juga menjelaskan, ibu dan anak itu tersesat lantaran tidak ingat dengan rute yang dilalui saat mereka memutuskan untuk turun gunung lebih awal.

“Mereka tidak ingat jalan balik saat pulang,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Buleleng ini.

Dengan adanya peristiwa ini, Simpen mewakili Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan atau Forkompincam mengibau kepada para pendaki untuk lebih hati-hati dan waspada.“Terlebih dalam situasi atau kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” ujarnya 

Imbauan juga disampaikan kepada pengelola atau warga sekitar agar mengingatkan para calon pendaki mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pendakian.

“Bila perlu memasang tanda-tanda atau rute yang boleh dilalui pendaki,” pungkas Simpen seraya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#gunung batukaru #tabanan #pendaki gunung #tersesat