Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sisi Lain Dampak Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang Ambles (1): Hindari Risiko, Sebagian Sopir Truk Terpaksa Menginap

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:20 WIB
CURHAT KE PAK POLISI:Sopir pengangkut barang kini pusing dengan kondisi jalan nasional di Tabanan yang ambles karena harus mengeluarkan ongkos tambahan. (juliadi/radar bali)
CURHAT KE PAK POLISI:Sopir pengangkut barang kini pusing dengan kondisi jalan nasional di Tabanan yang ambles karena harus mengeluarkan ongkos tambahan. (juliadi/radar bali)

Amblas Jalan Denpasar-Gilimanuk yang berada didepan Pasar Bajera, Selemadeg Barat, Tabanan ternyata berdampak terhadap distribusi logistik dan barang menuju arah Denpasar dan sebaliknya. Banyak dari sopir truk tak berani melalui jalur alternatif, karena risiko tinggi juga ongkos perjalanan yang naik berlipat.

AMBLESNYA jalan raya  rute Denpasar-Gilimanuk yang ambles didepan Pasar Bajera, Selemadeg, Tabanan, ini memang merepotkanbanyak pihak. 

Meskipun pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jatim-Bali terus mempercepat proses perbaikan jalan tersebut. Agar secepat bisa dilalui kendaraan pengangkut barang dan logistik.

Di sepanjang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk ternyata banyak truk-truk terparkir pinggir jalan. Mereka sopir ada yang sudah menginap untuk menunggu selesai proses perbaikan jalan.

Ada pula yang putar balik untuk mengambil jalur alternatif menuju arah Gilimanuk dengan mengambil jalur Denpasar-Singaraja, Buleleng untuk menuju Gilimanuk. 

Kendaraan truk-truk bertonase berat yang parkir di pinggir jalan, terutama dari arah timur, mulai dari sekitar SPBU Desa Berembeng sampai wilayah Selemadeg. 

Kasdi, 69 salah satunya sopir logistik elektronik mengatakan ia saat ini sudah tiga hari menginap sejak jalan amblas pada Senin lalu (7/7). Soal kondisi jalan yang amblas ini ia tidak tahu sama sekali saat akan balik dari wilayah Gianyar setelah mengantar barang elektronik pada Senin itu. 

"Sekarang ini sudah terlanjur berada disini mau putar balik juga cukup jauh. Kalau pakai jalan alternatif Denpasar-Singaraja untuk menuju Gilimanuk resiko tinggi begitu pula sebalik dari arah Gilimanuk pakai jalur itu," aku pria asal Kudus Jawa Tengah, Kamis (10/7/2025). 

 

Ia pun menyebut jika menempuh perjalanan dengan memakai jalur alternatif Denpasar-Singaraja atau melaluiJalur Kabupaten Karangasem. Maka harus ada tambahan biaya bahan bakar minyak (BBM) lagi untuk kos perjalanan. 

 

"Ini saya masih tunggu perintah bos, kalau disuruh kembali gunakan jalur alternatif saya balik ya ke Jawa. Tapi tetap minta tambahan biaya perjalanan," tuturnya. 

 

Hal yang sama pula diakui oleh Roni sopir truk asal Surabaya. Truknya saat ini membawa mesin pengolahan limbah yang diangkut dari Ketewel rencana akan dibawa ke Solo, Jawa Tengah. 

 

Namun karena kondisi jalan nasional yang amblas ia pun harus menghubungi pemilik barang untuk meminta kos tambahan biaya. Karena apa jika memakai jalur alternatif yang sudah dialihkan resiko lumayan tinggi.  

 

“Kalau saya sih setoran, bukan borongan. Jadi ya harus konfirmasi dulu, kalau muter lewat Singaraja risikonya tinggi banget, jalanan sempit, bukit-bukit,” ujarnya.

 

Menurut Roni, jalur Gitgit dan Bukit Buleleng memiliki tingkat risiko 70 persen, terutama untuk truk besar. Sedangkan jalur Karangasem ia menilai punya risiko 50 persen. “Kalau lewat Karangasem juga risiko ada, tapi lebih mendingan tidak seberat medan jalur Denpasar-Singaraja,” jelasnya. 

Sementara itu Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati yang turun mengecek keberadaan masih banyak truk parkir dipinggir jalan nasional mengatakan 

amblas jalan nasional tersebut sejatinya Kepolisian Polres Tabanan sejak Senin (7/7/2025) telah melakukan pengalihan arus lalu lintas bagi truk-truk logistik bertonase berat untuk dapat menggunakan jalur Denpasar-Singaraja melewati Bedugul menuju arah Gilimanuk atau sebaliknya.

Pengalihan arus lalu lintas ini adalah untuk kendaraan roda enam keatas, truk tronton dan kendaraan berat lainnya. Sehingga pihaknya menyarankan para sopir truk angkutan barang untuk menggunakan jalur alternatif Bali utara untuk menuju Gilimanuk atau sebaliknya arah Kota Denpasar. 

Bahkan dari pengalihan arus ini pihaknya kepolisian Polres Tabanan telah melakukan koordinasi dengan Polres Jembrana, Polres Buleleng, Polres Badung dan Polres Karangasem. 

Khusus kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam yang akan menuju arah Jembrana dan Gilimanuk masih bisa melewati jalur alternatif. Yakni simpang Indomaret Bajera ke Selatan menuju Jalan Serma Ada, Jalan Sruti, Jalan Anusapati dan tembus kembali jalan nasional. 

"Untuk pengalihan arus yang menggunakan jalur alternatif kami sudah siaga personil Polsek Selemadeg dibantu pula oleh Satlantas Polres Tabanan dan Dishub Tabanan," ungkapnya.  

Perihal banyak-banyak truk-truk yang parkir di sepanjang Jalan Denpasar-Gilimanuk  dekat lokasi jalan nasional yang amblas. 

Para sopir memang sudah terlanjur. Para sopir ini masih tunggu perintah dari bos mereka, apakah harus putar balik atau bagaimana nantinya. 

Kemudian sebagian dari para sopir mengaku belum mengetahui informasi penutupan jalur. Ada pula yang nekat tetap menuju lokasi berharap bisa lewat, atau mencari jalur alternatif. Akan tetapi akhirnya terjebak karena kapasitas jalan alternatif tak mencukupi.

"Sehingga terpaksa ada dari mereka yang menginap, ada pula yang putar balik," ucapnya.

Pihaknya juga telah meminta kepada sopir truk-truk berat untuk memindahkan kendaraan di kantong-kantong parkir. [*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
#jalan ambles #tabanan #jalan nasional #jalan rusak