TABANAN, Radar Bali.id– Sudah sepekan proses perbaikan jalan amblas di jalur Denpasar-Gilimanuk, depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg dilakukan olah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk.
Seluruh pemasangan beton box culvert selesai dilakukan. Bahkan pengercoran beton di atas box culvert yang telah terpasang juga telah dikerjakan pula.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Bali, Pramono Tri Yulianto mengatakan sudah seminggu berjalan perbaikan pengerjaan jalan nasional yang amblas didepan Pasar Bajera Selemadeg Tabanan.
"Capaian pergerjaan jalan tersebut sekitar 60 persen. Kami tinggal mengurug saja,” kata Pramono, Munggu kemarin (13/7/2025).
Capaian sebesar 60 persen tersebut dengan rincian yakni proses pemasangan boks culvert pada gorong-gorong lama yang rusak telah rampung. Kemudian pengecoran beton diatas box culvert yang juga telah rampung dikerjakan.
“Tinggal melakukan pengurugan saja. Pakai timbunan pilihan namanya. Kalau ngecornya sudah selesai semalam,” ucapnya.
Selanjutnya pihaknya sedang mempersiapkan keperluan penimbunan tersebut.“Tapi tidak asal urug. Mesti berlapis. Tiap lapisnya kami lakukan pemadatannya,” tegas Purnomo.
Dengan capaian saat ini, pemanfaatan badan jalan yang rusak tersebut setidaknya bisa dilakukan paling cepat sekitar satu minggu ke depan. Itupun bila tidak terhalang kondisi cuaca.
“Itu belum diaspal. Kalau diaspal mungkin progresnya sisa lagi sepuluh persen. Volume atau luasannya (pengaspalan) kan sedikit,” jelasnya.
Menurutnya, dengan kondisi hujan belakangan ini, faktor cuaca turut menjadi penentu bahkan kendala yang dihadapi pihaknya
“Cuaca (kemarin) memang sempat hujan. Tapi, kami sudah siapkan terpal. Sudah kami antisipasi agar bisa tetap kerja,” ujarnya.
Di samping itu, pihaknya juga berupaya mengejar waktu agar saluran air pada bagian bawah yang jebol itu kembali normal.
Meski, pihaknya mendapatkan waktu dua minggu untuk melakukan penutupan aliran irigasi agar bisa melakukan perbaikan dengan cepat.
“Kami sekarang kebut-kebutan. Sekarang, air (irigasi) tetap mengalir. Tidak kami tutup total. Kami pasang pipa di sana (boks culvert). Ya biar bisa sama-sama jalan,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita