Radarbali.jawapos.com- Kabar gembira bagi pecinta kuliner di Bali. Saat ini, Kedai Singasana yang berada di Ruko Bajem Tabanan, Jalan Ir. Soekarno no. 884, Dauh Peken, Tabanan, Bali, sudah beroperasi.
Keberadaan Kedai Singasana adalah salah satu rekomendasi tempat nogkrong baru yang asyik di Kota Tabanan. Lokasinya sangat strategis.
Jika di Kota Tabanan, Bali, terkenal dengan kuliner beratnya yang menggugah selera di Pasar Senggol.
Hadirnya Kedai Singasana jadi pelengkap, sebagai tempat nongkrong dengan pilihan makanan ringan dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Jadi, mungkin Anda bisa menghabiskan sisa waktu di Kedai Singasana usai melakukan aktivitas yang padat di sekitaran wilayah tersebut.
Setelah proses renovasi beberapa bulan terakhir, Kedai Singasana dengan bangga mengumumkan pembukaan pada Sabtu (19/7/2025).
Dengan tampilan yang segar dan ragam menu yang memikat, kedai ini siap menyapa para pelanggan.
Yang menarik lagi dari Kedai ini, pengelolanya dipimpin langsung oleh pendeta GPIB Maranatha Denpasar, Pdt. Fison Sukanegara Hendri Bailaen.
Pdt. Fison, sebagai pengelola Kedai Singasana dengan penuh kebanggaan mempersembahkan variasi menu yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga tetap terjangkau.
Dari mie tek-tek, roti bakar, pisang bakar, siomay hingga nasi chicken katsu yang membangkitkan selera, serta hidangan lainnya.
Sekadar diketahui, Kedai Singasana tetap memberikan pengalaman kuliner yang memuaskan tanpa memberatkan kantong.
“Perlu diketahui, kami ingin memberikan pengalaman kuliner yang ramah di kantong pengunjung,” kata Pdt. Fison Sukanegara Hendri Bailaen, Sabtu (19/7/2025) seusai do’a pembukaan Kedai Singasana.
Menurut Pdt. Fison, dengan pembukaan Kedai Singasana ini memberikan janji untuk tetap menjadi destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga kantong para pelanggannya.
Rentang harga mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp20 ribu untuk makanan, dan Rp4 ribu hingga Rp8 ribu untuk minuman.
"Kami percaya bahwa harga yang kami tawarkan sangat bersaing dan sepadan dengan kualitas yang kami hadirkan," ujar Pdt. Fison didampingi majelis jemaat GPIB Maranatha Denpasar, Ibu Wahyu Tripurwaningsih, Ketua PKB Zakarias Funai dan Ketua 1 PHM, Ketrianus Neno.
Meskipun Kedai Singasana menargetkan para anak muda yang gemar nongkrong di kafe, mereka juga memahami kebutuhan akan tempat yang nyaman untuk bersantai, bekerja, atau bahkan mengadakan pertemuan.
Dengan konsep terbuka yang nyaman, serta akses Wi-Fi gratis untuk tetap terhubung dengan dunia digital, dan bahkan fasilitas karaoke.
"Kami berusaha memberikan pengalaman lengkap kepada pengunjung kami," ungkap Pdt. Fison.
Kedai Singasana membuka pintunya setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam.
Kedai Singasana menyajikan menu sarapan pagi, siang hingga malam. Kedai ini menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati hidangan lezat dalam suasana yang menyenangkan dan hangat.
Visi Misi dari Kedai Singasana di Kota Tabanan Bali
DIBUKANYA Kedai Singasana yang berada di Ruko Bajem Tabanan, Jalan Ir. Soekarno no. 884, Dauh Peken, Tabanan, Bali, ini, ternyata mempunyai visi misi jelas, yaitu mencari dana untuk pembelian lahan gereja di Kabupaten Tabanan, Bali.
Pendeta GPIB Maranatha Denpasar, Pdt. Fison Sukanegara Hendri Bailaen mengatakan, kehadiran Kedai Singasana ini adalah suatu kerinduan dari ratusan jemaat Bajem Tabanan, untuk mengupayakan atau mengusahakan daya dana, kuhususnya untuk pengadaan lahan Gereja yang ada di Tabanan, khususnya GPIB Bajem Tabanan yang dalam proses pelembagaan.
“Maka dari itu, kerinduan inilah menjadikan support atau semangat bagi kami ratusan warga Bajem Tabanan, supaya, kita dapat melihat bahwa, berkat Tuhan itu tidak hanya di Gereja. Tapi berkat Tuhan itu luas tidak terbatas di pulau Bali ini,” kata Pdt. Fison Sukanegara diamini Ketua Koordinator Pengadaan Lahan Gereja Bajem Tabanan, Gustaf Sunbanu.
“ Nah, dengan iman dan keyakinan serta kerjasama, satu hati, satu pikiran, maka kami membuka Kedai Singasana ini. Dan dapat menjadi saluran berkat buat kita dan juga menjadi saluran berkat bagi masyarakat yang singgah ke Kedai Singasana ini untuk menikmati makanan minuman yang disiapkan,” ujarnya.
Pdt. Fison Sukanegara berharap, dengan kekuatan dari kekompkan persekutuan Bajem Tabanan ini, kiranya tidak hanya cukup di tahun ini saja, tapi juga konsisten berkelanjutan sifatnya.
Karena di Bajem Tabanan ini, lajutnya, memiliki talenta, kekuatan yang luar biasa yang Tuhan anugerahkan buat Bajem Tabanan, supaya Bajem Tabanan ini kedepannya, Kedai Singasana ini boleh berkembang, tidak hanya di Tabanan tapi impian kami juga bisa di luar Tabanan, misalnya di Denpasar ataupun di tempat daerah Bali lainnya.
“ Ini kami mulai pelan-pelan, walaupun itu sebuah mimpi, tapi kami yakin dan percaya, kalau mimpi itu diberkati Tuhan, pasti bisa nyata. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kiranya Kedai Singasana ini boleh berhasil, lancar, jaya dan sukses, amin,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Pengadaan Lahan Gereja Bajem Tabanan, Gustaf Sunbanu menambahkan, visi dan misi dalam konteks pembelian lahan gereja, pada dasarnya, berkaitan dengan tujuan dan rencana tindakan gereja dalam menjalankan tugas panggilannya.
“Pembelian lahan gereja merupakan bagian dari misi gereja untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk pelayanan dan kegiatan gerejawi,” kata Gustaf.
Gustaf Sunbanu menambahkan, misi terkait pembelian lahan gereja GPIB Tabanan dengan cara menggalang dana dari jemaat dan pihak lain untuk pembiayaan pembelian lahan.
Pun seperti yang dilakukan ratusan warga jemaat dengan membuka Kedai Singasana.
“ Perlu diketahui, kami sudah melakukan survei dan negosiasi untuk mendapatkan lahan yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan gereja bagi ratusan jemaat GPIB Bajem Tabanan. Kami berharap segera terealisasi,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak