Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melongok Budidaya Lebah Madu Trigona di Tabanan: Kini Petani Bisa Panen Sebulan Sekali untuk Tambahan Penghasilan

Juliadi Radar Bali • Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:45 WIB
UMKM : Madu trigona alias madu kele sudah dalam kemasan bagus siap edar. (Juliadi/RadarBali)
UMKM : Madu trigona alias madu kele sudah dalam kemasan bagus siap edar. (Juliadi/RadarBali)

 

Serangga lebah trigona (Trigona spp) yang dikenal mungil ternyata menyimpan potensi ekonomi. Karena hasil dari beternak lebah trigona ini mampu menambahkan penghasilan madu kele , madu kelulut atau madu klanceng. 

UPAYA budidaya ini memang membanggakan. Inovasi beternak lebah tigona ini selain memang menambah nilai dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan tanaman bunga yang ada disekitar lingkungan mereka. 

Inovasi inilah yang telah dikembangkan oleh Kelompok Tani (Poktan) Wana Kelo, Desa Wanasari, Tabanan. 

KHAS : Budidaya lebah trigona yang dijadikan produksi madu dilakukan oleh kelompok tani Wana Kelo, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan. (Foto/Juliadi/Radar Bali)
KHAS : Budidaya lebah trigona yang dijadikan produksi madu dilakukan oleh kelompok tani Wana Kelo, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan. (Foto/Juliadi/Radar Bali)

Mereka beternak lebah trigona ibarat memelihara tuyul, karena tinggal menunggu panen saja. Karena mengurus tidak susah, lebah trigona ini mencari makan sendiri dengan memakan bunga-bunga yang menghasilkan cairan manis. 

Menurut Ketua Poktan Wana Kelo, Wanasari Putu Nurata, jenis lebih Trigona yang dibudidayakan adalah Lavicet Sp dan Terminata Sp, dengan rata-rata setiap anggota memiliki 15 hingga 20 kungkungan (sarang). 

“Dari total 15 anggota kelompok, Putu Nurata sendiri memiliki 50 kungkungan,” ujarnya, Senin (11/8/2025).  

Nurata menjelaskan budidaya lebah trigona tanpa sengat ini ia kembangkan telah berjalan sekitar dua tahun lebih. Budidaya lebah trigona ini sebagai salah tambahan penghasilan petani sekaligus pelestarian lingkungan. 

Lebah yang dikenal juga dengan sebutan klanceng ini memiliki kemampuan menghasilkan madu berkualitas tinggi, yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki nilai jual tinggi.

 

Lebih lagi, dari sisi budidaya atau pengembangbiakannya sangat mudah. Lebah trigona ini bersahabat dengan tanaman pohon buah dan bunga yang menjadi pokok makanan lebah trigona. 

Intinya pemeliharaan mudah. Modalnya pun tak banyak. Bahan untuk stup atau sarang lebih bisa dari bahan kayu dengan ukuran persegi panjang sebagai wadah untuk bersarang.  "Ya sambil bertani, petani bisa beraktivitas lainnya. Yakni budidaya lebh trigona," bebernya. 

Untuk panen madu dari hasil lebah trigona ini sebulan sekali dilakukan. Produk madu hasil budidaya dipasarkan dalam dua ukuran. Masing-masing dibanderol Rp 100 ribu untuk botol kecil dan Rp 200 ribu untuk botol besar. 

"Kalau untuk permintaan lumayan tinggi, selain dari masyarakat Tabanan juga dari masyarakat Tabanan," ungkapnya.

Ia menambahkan permintaan produk olahan lebah klanceng cukup tinggi karena khasiatnya dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebagai upaya peningkatan kapasitas petani, pada 2023 lalu Pemerintah Desa Wanasari telah melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) budidaya lebah Trigona di Kantor Desa Wanasari. 

"Kami berharap lebih banyak petani dan warga yang memiliki lahan kosong untuk melakukan budidaya lebah trigona, sehingga menjadi tambahan penghasilan ekonomi keluarga," pungkasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia mengapresiasi terhadap langkah yang dilakukan Poktan Wana Kelo. 

Menurutnya, budidaya lebah Trigona merupakan usaha yang prospektif karena memadukan aspek ekonomi dan ekologi. “Kami mendorong kelompok tani di Tabanan untuk mengembangkan usaha-usaha inovatif seperti ini. 

Budidaya lebah Trigona tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan karena keberadaan lebah berperan penting dalam penyerbukan tanaman,” ujarnya.

"Kedepan, kami di Dinas Pertanian Tabanan siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar produk madu dan propolis dari Wanasari bisa menembus pasar yang lebih luas," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#trigona #tabanan #kelulut #Klanceng #madu kele