TABANAN, Radar Bali.id – Warga Tabanan diminta waspada. Memasuki musim kawin, populasi ular kobra yang masuk ke pekarangan rumah penduduk melonjak tajam. Fenomena ini membuat tim penyelamat hewan dan petugas pemadam kebakaran kebanjiran panggilan evakuasi.
Salah satu yang paling sibuk adalah Wayan Laksana Kartika, atau akrab disapa Wayan Kobra. Sejak Agustus ini, ia sudah mengevakuasi 25 ekor kobra, termasuk satu yang berukuran 2,25 meter.
Ular-ular ini bukan hanya ditemukan di rumah warga, tetapi bahkan ada yang sampai ke daerah terpencil seperti Pupuan.
Menurut Wayan, lonjakan ini adalah siklus tahunan. "Secara umum, ular kobra memasuki fase musim kawin di bulan Agustus hingga September," jelasnya.
Wayan yang tergabung dalam Rescue Animal Tabanan (RAT) mengaku pekerjaannya mengevakuasi ular berbisa ini penuh risiko. "Nyawa taruhannya," katanya.
Meskipun sering kali tidak dibayar, Wayan tetap beraksi dengan peralatan lengkap, seperti sarung tangan, sepatu bot, dan tongkat penjepit. Ia juga menekankan pentingnya teknik dan pemahaman terhadap karakter ular. "Tak bisa asal tangkap. Terpenting tahu karakter dan tipikal ular kobra," tegasnya.
Habitat Terancam, Ular Kobra Cari Sarang Baru
Selain Wayan Kobra, Dinas Pemadam Kebakaran Tabanan juga menerima banyak laporan serupa. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta, membenarkan bahwa sudah ada lebih dari 10 kasus penanganan ular kobra sepanjang Agustus ini.
"Habitatnya semakin terdesak oleh aktivitas manusia. Hutan dan perkebunan yang dulunya merupakan habitat mereka sekarang menjadi permukiman warga," ujar Suakta. Kondisi inilah yang memaksa ular keluar dari sarangnya untuk mencari pasangan atau tempat tinggal baru, dan akhirnya masuk ke area rumah penduduk.
Jangan Panik! Hubungi Petugas
Wayan Suakta mengimbau masyarakat agar tidak panik jika menemukan ular di sekitar rumah. Ia menyarankan agar segera menghubungi petugas damkar untuk penanganan lebih lanjut.
"Usahakan hubungi petugas bila tidak mampu menangani agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Dengan meningkatnya kemunculan ular ini, penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan tahu cara penanganan yang tepat.[*]
Editor : Hari Puspita