Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengikuti Aktivitas Meditasi dan Yoga di Lapas Tabanan: Mengobati Stres, Sekaligus Menjaga Kesehatan Mental Warga Binaan

Juliadi Radar Bali • Jumat, 12 September 2025 | 16:50 WIB
KHUSYUK : Suasana napi Tabanan yang mengikuti meditasi dan yoga untuk menghilangkan rasa stres mereka. (juliadi/radar bali)
KHUSYUK : Suasana napi Tabanan yang mengikuti meditasi dan yoga untuk menghilangkan rasa stres mereka. (juliadi/radar bali)

 

Hidup di dalam bui memerlukan fisik dan mental yang bagus, karena terpisah dari keluarga, orang dekat, masyarakat, lingkungan awal. Aktivitas kebugaran mental, spiritual sangat diperlukan.

SUASANA  khusyuk menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan. Bukan untuk upacara keagamaan, melainkan puluhan narapidana sedang mengikuti program meditasi dan yoga.

Gerakan demi gerakan peregangan dilakukan dengan saksama, melatih tak hanya tubuh, tetapi juga ketenangan pikiran.

Program ini adalah bagian dari pendekatan baru Lapas Tabanan untuk membina warga binaan. Selain pembinaan rohani,pihak lapas kini merangkul meditasi dan yoga sebagai solusi untuk mengatasi stres dan gangguan mental yang kerap melanda para narapidana.

"Tingkat stres mereka (narapidana) cukup tinggi, terutama yang menjalani masa hukuman lama," ungkap Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo. "Sudah selayaknya mereka diberikan program seperti ini," imbuhnya.

Prawira menjelaskan  bahwa  meditasi dan yoga sangat efektif karena hubungannya yang erat dengan kondisi mental. Menurutnya, ketenangan pikiran yang dicapai lewat dua aktivitas ini akan berdampak positif pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

"Meditasi dan yoga menciptakan ketenangan pikiran yang akan memengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh," jelas Prawira.

Fokus pada Emosi dan Energi Positif

Luh Sonia Juwita, instruktur dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan yang memimpin sesi ini, menegaskan bahwa manfaat meditasi dan yoga jauh lebih dalam dari sekadar kesehatan fisik.

"Jika dilakukan secara rutin, hasilnya akan sangat terasa," ujar Sonia.

Ia menambahkan, meditasi dan yoga bisa menjadi sarana efektif bagi para narapidana untuk mengelola emosi, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan energi positif selama menjalani masa hukuman.

Dengan tubuh yang lebih rileks dan pikiran yang lebih tenang, para narapidana diharapkan bisa lebih sabar dan siap menghadapi tantangan di dalam lapas.

Program ini menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan kini semakin modern, tidak hanya fokus pada hukuman, tetapi juga pada pemulihan dan kesejahteraan mental.

Diharapkan, dengan pikiran dan mental yang sehat, mereka akan lebih siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa hukumannya selesai.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#napi #warga binaan #lapas tabanan #Meditasi