TABANAN, Radar Bali.id – Data titik lokasi kerusakan akibat banjir di Tabanan terus bertambah. Hingga Minggu kemarin (14/9/2025) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan terus mengupdate data jumlah titik bencana dan kerusakan akibat musibah banjir di Tabanan yang terjadi pada Rabu lalu (10/9/2025).
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Tabanan jumlah total titik kerusakan di Tabanan akibat banjir atau longsor saat itu mencapai 66 titik dari 33 titik sebelumnya.
Sedangkan, jumlah kerugian yang ditimbulkan di seluruh titik tersebut diperkirakan mencapai Rp 3 miliar rupiah.
Sekretaris Daerah atau Sekda Tabanan, I Gede Susila, mengatakan update data bencana alam musibah banjir dan tanah longsor di Tabanan berdasarkan laporan yang masuk dan terus dilakukan pembaharuan data oleh BPBD Tabanan.
Pemkab Tabanan pun kini akan mengupayakan bantuan yang timbul akibat bencana tersebut.“Baik melalui dana BTT (belanja tidak terduga) di tingkat kabupaten, provinsi, atau pusat. Data ini juga sudah disampaikan ke (BPBD) Provinsi Bali,” singkat Susila Minggu kemarin.
Disisi lain Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri menyebut sejauh ini sudah ada 66 titik kerusakan akibat bencana pada pertengahan pekan lalu yang sudah masuk laporan kepada pihaknya.
Bahkan nilai kerugian secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. “Dan, data ini masih dinamis sifatnya karena kemungkinan masih bisa bertambah lagi,” jelasnya.
Mengenai perbaikan dan bantuan untuk kerugian yang disebabkan kerusakan oleh bencana itu akan diupayakan melalui dana BTT yang bersifat stimulan.
“Bantuannya bersifat stimulan. Misalnya, nilai kerugiannya Rp 100 juta, bantuan yang diberikan nanti sekitar empat puluh persennya sesuai peraturan bupati,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk melakukan penanggulangan pascabencana, termasuk dalam urusan bantuan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah atau Bakeuda terkait BTT.Sejauh ini, bantuan yang diarahkan untuk bencana pada Rabu (10/9) diupayakan agar bisa ditutupi melalui BTT di tingkat kabupaten.
Hal ini juga yang diterapkan untuk bantuan bencana yang sempat terjadi pada Juli dan Agustus 2025 lalu yang nilai kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar.
Pihaknya juga untuk bencana pada Juli dan Agustus 2025 itu sudah diajukan ke bupati untuk mendapatkan persetujuan usai melalui tahap verifikasi.“Kalau Rp 1,2 miliar ini disetujui, otomatis sisa BTT yang ada sekitar Rp 3 miliar akan berkurang lagi menjadi Rp 1,8 miliar,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita