Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Ada Pil pahit di Balik Kesembuhan: Eks ODGJ di Tabanan Ditolak Keluarga, Terpaksa Kembali ke Rumah Singgah

Juliadi Radar Bali • Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:50 WIB
DILEMATIS:  Suasana ODGJ dan Lansia di rumah singgah pondok sosial Tresna Werdha Santhi di Perumahan Dinas Wanasara, Desa Bongan Tabanan.(juliadi/radar bali)
DILEMATIS: Suasana ODGJ dan Lansia di rumah singgah pondok sosial Tresna Werdha Santhi di Perumahan Dinas Wanasara, Desa Bongan Tabanan.(juliadi/radar bali)

 

Pondok Sosial Tresna Werdha Santhi di Desa Bongan, Tabanan, sejatinya adalah tempat pemulihan bagi 24 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan empat lansia. Namun, di balik kisah sukses penyembuhan, tersimpan realitas pahit. Beberapa ODGJ yang telah dinyatakan pulih secara kejiwaan justru terpaksa kembali ke rumah singgah. Bukan karena sakitnya kambuh, melainkan karena mereka ditolak dan belum sanggup diterima kembali oleh keluarga sendiri.

CERITA pilu itu dituturkan Kepala UPTD Pelayanan Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Tabanan, I Made Sujana.

Dia, mengungkapkan kondisi ini saat Persatuan Wartawan Tabanan (PWT) memberikan bantuan sosial pada Selasa (28/10/2025).

Saat ini, rumah singgah tersebut sudah mengalami overload dengan 24 ODGJ dan empat lansia yang dirawat. Sujana menyebut, setidaknya ada tiga ODGJ yang sebenarnya sudah bisa memulai hidup normal di tengah masyarakat.

"Ini memang ada beberapa ODGJ yang sudah bisa pulang ke rumah. Namun faktanya banyak dari keluarga mereka belum bisa menerima," ungkap Sujana.

Alasan Klasik di Balik Penolakan

Alasan yang disampaikan keluarga cukup beragam, namun sering kali merujuk pada ketidaksiapan dan trauma. Pihak keluarga beralasan belum mampu memberikan kebutuhan dasar yang memadai, atau bahkan merasa takut dan trauma jika gangguan kejiwaan pasien kambuh kembali.

Proses pemulangan (reintegrasi) sendiri tidak dilakukan secara instan. Pihak UPTD memiliki program home visit (kunjungan rumah) untuk memastikan ODGJ dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan keluarga terlebih dahulu. Keluarga juga telah diberikan bimbingan tentang pentingnya pasien rutin mengonsumsi obat.

"Tapi belum apa-apa, keluarga dari ODGJ sudah tidak mau menerima. Mereka meminta agar dikembalikan lagi ke rumah singgah," lanjutnya dengan nada prihatin.

Kondisi penolakan ini menimbulkan dilema, sebab mantan pasien tersebut terpaksa harus tetap berada di pondok sosial yang sudah melebihi kapasitas.

Tantangan Berat Keterbatasan SDM

Selain masalah penolakan, Sujana mengaku tantangan terbesar dalam merawat ODGJ adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, hanya ada 10 tenaga pendamping yang bertugas melayani puluhan ODGJ dan lansia secara penuh selama 24 jam dengan sistem tiga shift.

"Mengawasi ODGJ ini harus setiap waktu, maka harus banyak tenaga dibutuhkan. Paling tidak kami butuh 20 tenaga," jelas Sujana.

Pihaknya sempat mencari tenaga pendamping tambahan, namun proses perekrutan berjalan sulit. "Mereka yang mau bekerja malah kabur setelah mengetahui pekerjaan yang harus dijalankan," imbuhnya.

Terapi dan Pembinaan Keterampilan

Meskipun dalam keterbatasan, pondok sosial Tresna Werdha Santhi berupaya memberikan pelayanan maksimal. Selain perawatan harian, ODGJ dan lansia rutin mendapat pemeriksaan kesehatan bulanan dari Dinas Kesehatan Tabanan.

Untuk mengisi waktu luang sekaligus memberikan terapi, para ODGJ diajak mengikuti kegiatan keterampilan sederhana, seperti beternak lele dan bebek.

"Baru itu saja yang kami bisa lakukan, agar para ODGJ tidak jenuh berada di rumah singgah," pungkas Sujana, berharap masyarakat dan pemerintah daerah dapat lebih peduli terhadap nasib para eks-ODGJ yang masih terhalang tembok stigma keluarga dan sosial.[*]

Editor : Hari Puspita
#odgj #tabanan #kejiwaan #terapi #Penyembuhan