TABANAN, radarbali.jawapos.com - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang berada dibawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah berlangsung di Tabanan. Dengan sasaran siswa sekolah TK, SD, SMP hingga SMA.
Kendati telah menjangkau 258 sekolah dengan jumlah 40.002 siswa yang menikmati Tabanan. Namun program MBG dirasa oleh para siswa perlu menyuguhkan menu makanan yang bervariasi tidak monoton.
Kondisi itu diungkapkan oleh Putu Ananda Putri Sanjani siswa kelas 7 SMPN 2 Tabanan.
Menurutnya, pelaksanaan MBG di sekolahnya telah dimulai pada bulan Juli lalu. Ia dan para siswa lainnya menerima MBG dari Senin sampai dengan Jumat. Sementara saat Sabtu libur.
"Biasanya MBG ini disajikan disekolah sejak pukul 10.00 wita sampai 11.00 wita," ungkapnya siswa asal Selemadeg, Rabu kemarin (29/10).
Kendati ia dan para siswa lainnya terima menerima program MBG dari pemerintah pusat. Namun perlu adanya evaluasi sial menu MBG yang disuguhkan setiap harinya.
Menu MBG ini kadang enak kadang tidak. Bahkan dari sisi rasa kadang hambar dan biasa-biasanya saja.
"Jadi perlu konsisten soal rasa dan variasi menu yang diberikan. Sehingga menambah nafsu makan para siswa," ungkapnya.
Ia menambahkan program MBG pemerintah ini sangatlah bagus dan memang perlu ada keberlanjutan dari pemerintah. Hanya saja soal menu yang disajikan lebih menarik, dengan tidak mengurangi nilai gizi dari makanan.
Karena apa program MBG ini pula sangat membantu untuk menghemat bekal uang jajan dari orang tua ketika bersekolah. "Ya sangat membantulah, karena uang bekal bisa disisihkan atau dihemat," imbuhnya.
Sementara salah satu wali murid I Ketut Agus Nuriyadi mengatakan sangat merasa terbantu dengan program MBG. Meski anaknya setiap hari harus sarapan sebelum bersekolah.
MBG sejatinya membuat anak tidak konsumtif atau boros dengan uang bekal sekolah. "Bisa dikata irit dengan bekal sekolahlah," ujarnya.
Ia berharap program MBG ini bisa terus berjalan, karena selain sebagai pemenuhan gizi juga para orang tua/wali murid tidak perlu repot menyiapkan bekal makanan bagi anak di sekolah.
"Hanya program MBG perlu lebih banyak variasi menu diberikan kepada anak. Sehingga nafsu makan anak bergairah," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Bappeda Tabanan, I Gede Urip Gunawan mengatakan pihaknya di Pemkab Tabanan berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan program MBG.
Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendorong percepatan agar seluruh anak didik kita bisa mendapatkan asupan gizi yang layak, sehingga tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
Saat ini masih terdapat 423 sekolah dengan 35.249 siswa yang belum terlayani MBG. Artinya, sekitar 46,84 persen siswa di Tabanan belum mendapatkan akses makan bergizi gratis.
Dengan capaian tersebut, Pemkab Tabanan menargetkan perluasan layanan MBG ke sekolah-sekolah yang belum terjangkau. Sehingga lebih banyak siswa dapat memperoleh akses gizi yang memadai untuk mendukung tumbuh kembang dan kualitas pendidikan.
"Sampai akhir tahun 2025 nanti mudah-mudahan semua siswa di Tabanan bisa mendapat layanan program MBG," jelasnya.
Ia menambahkan untuk di Tabanan sudah ada 15 unit Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG), sementara kebutuhan ideal mencapai 36 unit. “Kami terus berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan ini agar seluruh siswa dapat segera merasakan manfaat program MBG,” singkatnya.
Editor : Rosihan Anwar