Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada Hoaks dan Judi Online! Diskominfo Tabanan Beberkan Ciri-Ciri Berita Palsu, Ini Penjelasannya

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 22 November 2025 | 15:35 WIB
Ilustrasi berita hoaks-JawaPos.com
Ilustrasi berita hoaks-JawaPos.com

 

TABANAN, Radar Bali.id– Maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di era digital, terutama yang menyangkut kebijakan pemerintah daerah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mengambil sikap.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Tabanan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kecerdasan digital demi menangkal hoaks dan menghindari dampak buruk dari aktivitas judi online.

Sekretaris Dinas Kominfo Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, meminta seluruh masyarakat Tabanan untuk semakin cerdas dan berhati-hati dalam menerima serta membagikan informasi di media sosial.

“Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika pemberitaan itu menyangkut soal pemerintah daerah,” ungkap Winiantara, Jumat (21/11/2025).

Inilah Ciri-Ciri Hoaks yang Wajib Diwaspadai

Winiantara menjelaskan bahwa ada sejumlah ciri-ciri umum yang patut diwaspadai dari sebuah informasi palsu agar masyarakat tidak menjadi korban atau bahkan turut menyebarkannya:

  1. Judul Provokatif dan Sensasional: Hoaks seringkali menggunakan judul yang dirancang untuk memancing emosi pembaca, tanpa memedulikan kebenaran isi.
  2. Sumber Tidak Jelas: Informasi hoaks biasanya berasal dari situs atau akun anonim yang tidak kredibel dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Tata Bahasa Buruk: Ciri lainnya adalah penggunaan tata bahasa yang berantakan, salah ejaan, atau bahasa yang tidak formal, mengindikasikan bahwa informasi tersebut tidak melewati proses penyuntingan atau verifikasi yang benar.
  4. Minim Sumber Pendukung: Berbeda dengan berita terpercaya, informasi palsu cenderung tidak dilengkapi dengan data, kutipan, atau referensi yang dapat diverifikasi.
  5. Motif Politik atau Rasis: Banyak hoaks dibuat dengan motif tersembunyi seperti memanipulasi opini publik atau menimbulkan kebencian terhadap kelompok tertentu.

Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap konten yang berpotensi memecah belah dan selalu mencari sumber pendukung yang kredibel sebelum mempercayai atau membagikan suatu informasi.

Judi Online: Jerat Kerugian Individu dan Sosial

Selain isu hoaks, Diskominfo Tabanan juga menyoroti bahaya aktivitas judi online (Judol). Winiantara mengimbau masyarakat untuk menjauhi judi online karena aktivitas ini menimbulkan dampak negatif yang sangat merusak, baik secara individu maupun sosial.

“Judi online tidak memberikan keuntungan pasti, masyarakat selalu jadi korban, justru yang menang adalah bandar,” tegasnya, mengakhiri imbauan tersebut.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#hoaks #tabanan #diskominfo #era digital