Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kisah di Balik Jeruji Lapas Tabanan Melawan Stigma Negatif: Para Warga Binaan itu Sulap Toilet TK Rusak

Juliadi Radar Bali • Minggu, 30 November 2025 | 13:20 WIB
KERJA SOSIAL : Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB yang melakukan perbaikan pada toilet sekolah TK Kumara Jaya, Desa Belumbang, Kerambitan Tabanan yang rusak. (juliadi/radar bali)
KERJA SOSIAL : Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB yang melakukan perbaikan pada toilet sekolah TK Kumara Jaya, Desa Belumbang, Kerambitan Tabanan yang rusak. (juliadi/radar bali)

 

Setidaknya ada delapan pasang tangan yang biasa berada di balik jeruji besi kini bergotong royong. Ini suka rela. Ngayah. Bukan untuk hukuman, melainkan untuk sebuah misi sosial yang menyentuh hati.

INI kerja sosial tanpa imbalan sepeser pun. Delapan orang warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menunjukkan sisi kemanusiaan dan keterampilan mereka dengan memperbaiki total tiga kamar toilet di Taman Kanak-Kanak (TK) Kumara Jaya, Desa Belumbang, Kerambitan, yang kondisinya sudah rusak parah.

Aksi ini lebih dari sekadar perbaikan fasilitas; ini adalah praktik nyata dari pelatihan keterampilan pertukangan yang mereka terima di Lapas, sekaligus wujud kuat dari kepedulian sosial yang mereka beri nama "Imipas Peduli."

Sukarela Membangun, Tanpa Dibayar

Proses perbaikan yang meliputi pengerjaan saluran pembuangan, perbaikan pintu dan kusen, pengecatan, hingga pembersihan total area, dilakukan secara sukarela.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, yang mengawasi langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen Lapas untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

"Ini adalah wujud aksi sosial bertajuk Imipas Peduli. Mereka secara sukarela, tanpa dibayar apapun, mempraktikkan keterampilan yang telah diterima. Kami ingin sampaikan kepada masyarakat, bahwa mereka warga binaan meski berada dibalik penjara, tapi mereka mampu berkarya dan dapat membantu masyarakat," ungkap Prawira, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, pelatihan keterampilan yang diberikan haruslah dipraktikkan melalui aksi sosial, khususnya dengan memperbaiki fasilitas dasar seperti toilet sekolah yang vital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar anak-anak.

"Kegiatan sosial ini bukan hanya soal memperbaiki fasilitas, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian antara Pemasyarakatan dan masyarakat. Ini adalah langkah kecil, tetapi memiliki arti besar bagi anak-anak dan lingkungan sekolah,” pungkasnya penuh harap, agar perbaikan ini mendukung kelancaran proses belajar di TK Kumara Jaya.

Percaya Diri Mengubah Stigma

Dari sisi warga binaan, kontribusi tenaga dan keterampilan ini terasa sangat bermakna. Bagas Aribowo, salah satu warga binaan yang terlibat, mengaku senang dan merasa lebih percaya diri.

"Aksi sosial dalam bentuk tenaga ini membuat saya dan kawan-kawan merasa lebih percaya diri. Kami diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik," kata Bagas.

Ia menambahkan, keterlibatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bagi publik bahwa pelatihan keterampilan di Lapas mampu menghasilkan karya positif dan berdampak sosial.

 "Aksi sosial ini juga menjadi bukti bahwa kami dari napi yang mengikuti pelatihan keterampilan ternyata mampu berkarya nyata yang memberi dampak positif dan membantu mengubah stigma negatif terhadap warga binaan," tandasnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kepedulian ini. Komang Widiasari, salah satu Guru TK Kumara Jaya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.

“Terima kasih atas perhatian dan kerja nyata yang diberikan. Fasilitas toilet merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kenyamanan anak-anak. Dengan perbaikan ini, kegiatan belajar di sekolah tentunya akan lebih lancar dan aman,” tutupnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#napi #tabanan #warga binaan #kerja sosial #ngayah