Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Polemik Seng di Jatiluwih Memanas dan Berlarut-larut, Anggota DPR RI Adi Wiryatama Dorong Musyawarah dan Solusi Saling Menguntungkan

Juliadi Radar Bali • Selasa, 16 Desember 2025 | 15:45 WIB
INGINKAN WIN WIN SOLUTION: Anggota Komisi IV DPR RI asal Tabanan, I Nyoman Adi Wiryatama.(dok.Radar Bali)
INGINKAN WIN WIN SOLUTION: Anggota Komisi IV DPR RI asal Tabanan, I Nyoman Adi Wiryatama.(dok.Radar Bali)

 

TABANAN, Radar Bali.id – Polemik berkepanjangan terkait penutupan 13 akomodasi pariwisata di kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih kini menarik perhatian nasional.

Setelah aksi protes penanaman seng oleh petani lokal berlangsung lebih dari sepekan, Anggota Komisi IV DPR RI asal Tabanan, I Nyoman Adi Wiryatama, turun tangan mendorong semua pihak untuk mencari win-win solution.

Mantan Ketua DPRD Bali ini menegaskan bahwa polemik tata ruang ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena merugikan keberlanjutan pariwisata, pengusaha lokal, dan masyarakat petani.

"WBD itu butuh proses belasan tahun. Kebanggaan ini mesti dibarengi kewajiban untuk menjaga agar tetap lestari. Kebudayaannya tetap lestari, kemiskinannya yang tidak lestari," tegas Adi Wiryatama pada Minggu (14/12/2025).

Minta Semua Komponen Duduk Bersama

Menurut politisi asal Desa Angseri ini, status WBD adalah kebanggaan atas pengakuan dunia terhadap sistem subak. Kebanggaan ini harus dibarengi dengan tanggung jawab bersama.

Adi Wiryatama mendesak seluruh pemangku kebijakan – Pemerintah Daerah (Pemda), pengusaha, dan perwakilan petani – untuk segera duduk bersama. Hal ini demi menemukan titik temu, di mana penegakan peraturan tata ruang tetap berjalan, usaha pariwisata dapat beroperasi, dan aktivitas petani tidak terganggu.

"Kalau tidak duduk bersama, kan tidak bisa nanti ada pembicaraan. Dari pengusaha bagaimana, masyarakat petani bagaimana. Termasuk pemerintah maunya seperti apa," jelasnya.

Ia berharap semua komponen bisa menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin. "Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin. Saya rasa, semua punya tujuan yang baik," tutupnya, berharap polemik yang bermula dari penutupan akomodasi oleh Pansus TRAP DPRD Bali ini segera usai.[*]

Editor : Hari Puspita
#Pansus TRAP #Jatiluwih #pemasangan seng #polemik #Win Win Solution