Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada LSD! Tabanan Perketat Lalu Lintas Ternak dan Terbitkan Edaran Tanggap Darurat Cacar Sapi

Juliadi Radar Bali • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:15 WIB
CEGAH PENULARAN: Aktivitas penyuntikan vaksin terhadap hewan ternak sapi dilakukan Dinas Pertanian Tabanan. (juliadi)
CEGAH PENULARAN: Aktivitas penyuntikan vaksin terhadap hewan ternak sapi dilakukan Dinas Pertanian Tabanan. (juliadi)

 

TABANAN, RadarBali.id – Merebaknya kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit cacar sapi di Kabupaten Jembrana memicu alarm kewaspadaan di wilayah sekitarnya.

Guna membentengi populasi ternak lokal, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan resmi mengeluarkan surat edaran yang meminta para peternak meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Tabanan, drh. Gede Eka Parta Ariana, mengonfirmasi bahwa hingga Senin (19/1/2026), belum ditemukan kasus LSD di Kabupaten Tabanan. Namun, posisi Tabanan sebagai jalur perlintasan ternak antarwilayah membuat potensi risiko penularan sangat tinggi.

"Sejauh ini memang belum ada temuan kasus di Tabanan. Namun, kami sudah meminta seluruh peternak, baik skala kecil maupun besar, untuk segera melakukan langkah pencegahan sesuai panduan dalam surat edaran yang telah kami sebar ke seluruh Puskeswan," ujar drh. Eka.

Perketat Pengawasan di Pasar Hewan hingga RPH

Salah satu poin utama dalam edaran tersebut adalah peningkatan pengawasan lalu lintas ternak. Distan Tabanan menginstruksikan pengaktifan check point di titik-titik krusial, mulai dari pasar hewan, kandang penampungan, hingga Rumah Potong Hewan (RPH).

Langkah ini diambil karena transmisi virus LSD sangat bergantung pada mobilitas hewan rentan serta produk turunannya. "Mengingat padatnya arus perdagangan ternak antarprovinsi dan kabupaten saat ini, risiko penularan sangat tinggi. Pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah harus diperketat," tegasnya.

Prosedur Respons Cepat

Para peternak juga diminta melakukan respon cepat jika menemukan ternak yang menunjukkan gejala klinis LSD. Prosedur yang harus dilakukan meliputi:

Jika ditemukan kasus dengan gejala klinis yang mengarah kuat ke LSD, drh. Eka menegaskan adanya protokol pemotongan bersyarat. "Apabila ditemukan kasus positif, wajib dilakukan pemotongan bersyarat di bawah pengawasan ketat dokter hewan berwenang," imbuhnya.

Sebagai informasi, LSD adalah penyakit virus akut yang sangat menular pada sapi dan kerbau. Meskipun tidak menular ke manusia (bukan zoonosis), wabah ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak karena penurunan berat badan ternak, kerusakan kulit, hingga kematian hewan.[*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #LSD #pencegahan #Penyakit ternak #wabah penyakit #penyakit sapi