TABANAN , Radar Bali.id– Gelombang tinggi yang mencapai 3 hingga 4 meter memaksa nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, untuk menambatkan jukung mereka. Angin kencang akibat cuaca buruk membuat aktivitas melaut menjadi terlalu berisiko bagi keselamatan.
Kondisi ini sudah terjadi sejak empat hari lalu dan diprediksi akan berlangsung hingga sepekan ke depan.
Made Purwadi ,40, salah seorang nelayan, menuturkan bahwa warga kini rutin berpatroli di pinggir pantai untuk memantau ketinggian air.
"Kami pantau pagi, sore, hingga malam. Selain memastikan tidak ada nelayan yang nekat melaut, kami juga bersiap mengevakuasi jukung ke tempat yang lebih tinggi jika ombak mulai mencapai daratan," kata Purwadi. Ironisnya, cuaca buruk ini terjadi justru saat musim ikan layur dan lobster sedang tiba.
Menanggapi fenomena ini, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini merupakan siklus alam yang dalam adat Bali dikenal sebagai Sasih Kaulu. "Fase ini ditandai dengan menguatnya angin barat. Kami meminta masyarakat, khususnya di pesisir selatan, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam dan mengutamakan keselamatan," imbau Bupati Sanjaya.[*]
Editor : Hari Puspita