TABANAN, Radar Bali.id – Intensitas bencana alam yang meningkat hingga menelan korban jiwa memicu peringatan keras dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlanjut.
Pernyataan tersebut disampaikan Made Dirga saat meninjau langsung proses pencarian korban hanyut di Banjar Dinas Acak Kuwum, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Rabu (21/1/2026).
Kritik Tajam Terhadap Tata Ruang Bangunan
Dalam tinjauannya, Wabup Made Dirga menyoroti posisi bangunan rumah warga yang dinilai terlalu berisiko karena menempel langsung dengan bibir sungai. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat mengenai batasan tata ruang.
"Pemerintah tidak bisa melakukan pengawasan secara detail pada setiap jengkal bangunan warga, apalagi pertumbuhan perumahan di Tabanan sangat pesat. Harus ada kesadaran mandiri. Jangan sampai membangun di area rawan bencana," tegas Dirga.
Ia mendorong perangkat desa, mulai dari Kepala Wilayah (Kawil) hingga Perbekel, untuk lebih selektif dan proaktif dalam mengawasi pembangunan di wilayahnya. Tujuannya agar mitigasi bencana bisa dimulai sejak tahap perencanaan rumah.
Data Bencana Januari: 16 Titik Tersebar
Berdasarkan data sementara sepanjang bulan Januari 2026, Kabupaten Tabanan telah dihantam belasan titik bencana yang merusak infrastruktur publik maupun fasilitas pribadi.
- Total Bencana: 16 Titik (15 titik longsor dan 1 titik banjir bandang).
- Lumpuhnya Akses: Jalur utama Antosari-Pupuan di Desa Sanda sempat lumpuh total akibat material longsor.
- Jembatan Putus: Banjir bandang memutus akses jembatan penghubung antara Desa Munduktemu dan Desa Kebon Padangan.
Penanganan dan Bantuan Logistik
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan masih melakukan asesmen di lapangan untuk menghitung total kerugian materiil.
Sebagai langkah cepat, Pemkab Tabanan telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, terpal, dan kebutuhan mendesak lainnya kepada warga terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai, untuk tetap siaga. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita