TABANAN, Radar Bali.id – Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar duka dari sektor kesehatan hewan di Kabupaten Tabanan.
Seorang siswa SMP berusia 13 tahun di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, menjadi korban gigitan anjing peliharaannya sendiri yang kemudian dinyatakan positif rabies.
Peristiwa tragis ini bermula pada 24 Januari lalu di Banjar Dinas Munduk Temu Kelod. Saat itu, korban hendak memandikan anjing kesayangannya.
Namun, anjing yang sudah menunjukkan gejala aneh tersebut mendadak agresif dan menyerang tangan sang majikan.
"Saat dimandikan, anjing itu menggigit tangan pemiliknya. Setelah kejadian, anjing tersebut lepas dan mati beberapa saat kemudian," ungkap Perbekel Desa Munduk Temu, I Gusti Made Arsana, Kamis (29/1/2026).
Pihak desa segera bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut. Beruntung, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Pupuan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Respons Cepat Vaksinasi Emergency
Menanggapi hasil uji laboratorium yang mengonfirmasi bahwa anjing tersebut positif rabies, Dinas Pertanian Tabanan melalui tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) langsung menggelar operasi vaksinasi rabies darurat (emergency).
Langkah ini diambil guna memutus rantai penularan di wilayah terdampak. Dalam aksi cepat tersebut, tim menyisir pemukiman warga dan berhasil memvaksin ratusan hewan:
- Estimasi Populasi: 210 ekor anjing.
- Hasil Vaksinasi: 141 ekor berhasil divaksin dalam waktu singkat.
Selain memberikan suntikan vaksin, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya laten rabies dan pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menegaskan bahwa vaksinasi darurat ini adalah langkah strategis untuk menekan risiko penyebaran yang lebih luas. "Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengendalian secara berkelanjutan. Harapannya, warga merasa lebih aman dan virus ini tidak menyebar ke wilayah lain di Tabanan," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita