TABANAN, Radar Bali.id – Intensitas hujan yang masih tinggi hingga Februari memicu Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Amertha Buana Tabanan melakukan mitigasi cepat.
Langkah ini diambil guna menjamin distribusi air bersih ke pelanggan tetap lancar di tengah potensi gangguan teknis akibat cuaca ekstrem.
Plt Kabag Langganan, I Made Pande Suardika, menjelaskan bahwa perhatian utama saat ini tertuju pada jaringan pipa dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang bersentuhan langsung dengan aliran sungai, seperti di wilayah Nyanyi (Kediri), serta Dedari dan Gangsang (Marga).
"Risiko utama saat debit air sungai naik adalah tingkat kekeruhan yang tinggi dan endapan material lumpur. Hal ini bisa menghambat proses produksi air bersih," ujar Suardika, Kamis (12/2/2026).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PDAM Tabanan melakukan penguatan infrastruktur dan penyiapan petugas khusus di sumber-sumber mata air. Selain memantau debit air, petugas juga rutin mengecek pipa dan setop kran setiap hari.
Di IPA Dedari, kapasitas genset juga ditambah untuk memastikan mesin pengolahan tetap optimal jika sewaktu-waktu terjadi kendala listrik.
Saat ini, ketujuh IPA milik PDAM Tabanan, mulai dari IPA Nyanyi hingga IPA Baturiti, dilaporkan dalam kondisi aktif dan beroperasi normal di bawah pengawasan ketat tim teknis.[*]
Editor : Hari Puspita