Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Penlok Tol Gilimanuk-Mengwi di Tabanan Segera Berakhir, Warga Menagih Janji: "Kalau Batal, Katakan Batal!"

Juliadi Radar Bali • Jumat, 27 Februari 2026 | 06:20 WIB

SEMPAT BERUNJUK RASA : Warga Tabanan yang tergabung dalam Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi, sempat berunjuk rasa beberapa waktu lalu. (juliadi)
SEMPAT BERUNJUK RASA : Warga Tabanan yang tergabung dalam Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi, sempat berunjuk rasa beberapa waktu lalu. (juliadi)

TABANAN, Radar Bali.id – Kepastian proyek strategis nasional (PSN) Tol Gilimanuk-Mengwi kembali dipertanyakan. Setelah masa Penetapan Lokasi (Penlok) di Kabupaten Jembrana berakhir, kini giliran wilayah Tabanan yang akan habis masa penloknya pada 7 Maret mendatang.

Namun, hingga kini pemerintah belum memberikan kejelasan terkait pembebasan lahan warga.

Ketua Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi wilayah Tabanan, I Nyoman Arnawa, meluapkan kekecewaannya. Ia menyebut proyek ini seolah hanya menjadi "janji manis" pemerintah pusat dan daerah yang tak kunjung terealisasi.

"Sudah empat setengah tahun tanah warga di-Penlokkan. Ada yang digarap, ada yang didiamkan karena dipatok. Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut sama sekali," ujar Arnawa yang juga Perbekel Desa Lalanglinggah, Kamis (26/2/2026).

Arnawa mendesak pemerintah untuk segera memberikan pengumuman resmi. Menurutnya, jika proyek memang tidak dilanjutkan, status blokir pada aset tanah warga harus segera dibuka agar bisa dimanfaatkan secara ekonomi atau diperjualbelikan secara normal.

"Masyarakat sudah putus asa karena tidak ada progres. Kami minta kejelasan: kalau lanjut kapan dibayar, kalau batal segera kembalikan hak aset warga," tegasnya.

Sebagai informasi, proyek tol sepanjang 98,8 kilometer ini awalnya diproyeksikan menelan investasi sebesar Rp25,4 triliun dan masuk dalam RPJMN 2025-2029. Namun, ketidakjelasan pendanaan dan masa berlaku penlok yang hampir habis kini membuat warga di 58 desa terdampak berada dalam posisi menggantung.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#Proyek Strategis Nasional #tabanan #forum perbekel #tol mengwi-gilimanuk #PSN