Warga Tabanan yang mudik, ulang kampung liburan hari raya Lebaran bisa bernapas lega soal urusan menaruh kendaraan. Ini karena pihak Polres Tabanan membuka layanan penitipan kendaraan secara gratis.
SUDAH menjadi tradisi turun temurun, pulang kampung bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ziarah rindu yang kerap meninggalkan kecemasan di rumah yang ditinggalkan.
Nah, karena memahami kegelisahan warga yang hendak merayakan Lebaran 2026, Polres Tabanan membuka pintu lebarnya untuk menjaga harta benda masyarakat melalui layanan penitipan kendaraan gratis.
Langkah ini diambil untuk membasuh rasa khawatir para pemudik. Di tengah keriuhan persiapan mudik yang panjang, keamanan kendaraan yang ditinggal di rumah sering kali menjadi duri dalam ketenangan. Kini, warga tak perlu lagi menoleh ke belakang dengan cemas saat melintasi batas kota.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bagian dari "napas" pengamanan Operasi Ketupat 2026.
"Kami ingin masyarakat pulang dengan hati yang ringan. Layanan ini adalah amanat langsung dari Polri untuk mempersempit ruang gerak aksi pencurian, sehingga rasa aman benar-benar hadir di tengah mereka yang meninggalkan rumah," tutur AKBP Putu Bayu, Senin (9/3/2026).
Syarat dan Waktu Pelayanan
Program ini akan mulai membentangkan layanannya mulai tanggal 12 hingga 31 Maret 2026. Prosedurnya pun dibuat sederhana tanpa membebani masyarakat.
Warga cukup membawa dokumen asli kendaraan untuk ditunjukkan, serta menyerahkan fotokopi KTP dan surat kendaraan sebagai kelengkapan administrasi.
Menariknya, layanan ini tidak hanya terpusat di jantung kota. Seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Tabanan siap menjadi "rumah kedua" bagi kendaraan warga. "Masyarakat silakan langsung menuju atau menghubungi Polsek terdekat dari kediaman mereka," tambah Kapolres.
Pesan untuk Ketenangan di Kampung Halaman
Selain memberikan fasilitas penitipan, AKBP Putu Bayu juga menyelipkan pesan hangat bagi mereka yang akan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat. Ia mengimbau agar warga tidak lalai memastikan seluruh jendela terkunci, perangkat elektronik dalam posisi mati, serta melapor ke perangkat desa setempat sebelum berangkat.
Dengan kendaraan yang terjaga di bawah pengawasan petugas, diharapkan perjalanan mudik tahun ini menjadi memori yang indah tanpa dibayangi rasa waswas.[*]
Editor : Hari Puspita