Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Uniknya Kelahiran “Sarah” dari Munduk Temu, Tabanan : Salak Merah Unik Hasil Persilangan Alami Kini Masuk Tahap Uji Unggul

Juliadi Radar Bali • Senin, 13 April 2026 | 14:04 WIB
SARAH DI KEBUN : Salah merah produksi petani Tabanan ini semakin menjanjikan dan dalam proses uji  oleh BRIN. (ist)
SARAH DI KEBUN : Salah merah produksi petani Tabanan ini semakin menjanjikan dan dalam proses uji oleh BRIN. (ist)
Ini bukan cerita tentang pacarnya Si Doel Anak Sekolahan, Si Sarah. Ini tentang “Sarah” asal Desa Munduk Temu di Kecamatan Pupuan kini tengah menjadi sorotan dunia riset pertanian. Di tangan Ketut Suardika, seorang petani lokal, muncul varietas unik yang diberi nama Salak Merah atau akrab disapa "Sarah".

“Sarah” yang ini bukan nama cewek sinetron.  Kehadiran Sarah merupakan buah dari ketekunan puluhan tahun. Berawal dari upaya Suardika memulihkan lahan kopinya yang kritis akibat pupuk kimia pada 1991, ia mulai menyilangkan Salak Madu dengan Salak Gula Pasir asal Karangasem. Setelah mutasi panjang, genetik baru ini akhirnya stabil dan menunjukkan karakter uniknya.

Baca Juga: Salak Sibetan Masuk Warisan Dunia FAO ke-89, Sekda Karangasem : Ini Hasil Pencapaian Kolaborasi Semua Pihak

Kini, Salak Merah sedang menjalani riset mendalam oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Brida Tabanan. Hasil uji laboratorium menunjukkan kejutan: DNA Salak Merah terbukti murni varietas lokal baru, bukan berasal dari Salak Madu maupun varietas asal Maluku.

Baca Juga: Tiga Remaja Otaki Pencurian Buah Salak di Kebun Warga, Total Ada 22 TKP

“Fase sekarang adalah tahap uji keunggulan. Kami mengambil sampel dari 15 pohon untuk diteliti, mulai dari kandungan buah hingga dampaknya terhadap kesehatan,” jelas Ketut Suardika.

Meski telah terdaftar sebagai varietas lokal, "Sarah" belum boleh diperjualbelikan secara bebas hingga sertifikasi pelepasan varietas terbit. Harapannya, legalitas ini segera rampung sehingga petani lain dapat membudidayakan salak eksotis ini dan masyarakat luas bisa segera mencicipi keunikannya.[*]

Editor : Hari Puspita
#pertanian dan perkebunan #salak tabanan #salak merah #buah-buahan #tabanan